KUNINGAN (MASS) – Seorang warga berinisial WM warga Desa Kalapa Gunung, Keramatmulya sempat diamankan oleh warga di Bandorasa Kulon pada Jumat (28/3/2025) malam.
Diduga WM dicurigai sebagai pelaku pencurian motor. Bahkan, ia sempat dibawa warga ke Polsek Cilimus. Video dirinya diamankan warha juga viral di medsos. Namun, setelah dikonfirmasi, kejadian tersebut ternyata hanya kesalahpahaman.
Kasi Humas Polsek Cilimus, Aipda Momon Usman Efendi, menjelaskan bahwa WM diduga mengalami depresi dan mengonsumsi obat batuk secara berlebihan, melebihi dosis yang dianjurkan.
“Mungkin karena depresi, ia mengonsumsi obat batuk untuk pilek, yang seharusnya cukup satu butir, tetapi ia mengonsumsi 5-6 butir,” ujarnya.
Menurut Aipda Momon, Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. WM yang sedang dalam depresi keluar rumah dengan membawa motor, melewati Desa Manis untuk mengisi bensin, lalu menuju Bandorasa Kulon dan ia berharap di lokasi yang agak sepi.
Warga setempat menghampiri dan mencurigai WM yang dikawatirkan ada terjadi curanmor. Ketika ditanya, WM tidak memberikan jawaban yang jelas, sehingga semakin menimbulkan kecurigaan warga.
Setelah itu, warga melakukan pemeriksaan di lokasi tersebut, dan mencurigai motor yang dibawanya. Pemeriksaan dilakukan warga semakin memperkuat kecurigaan mereka setelah melihat kondisi kunci kontak motor yang tampak rusak.
WM pun diamankan di bandorasa kulon, dan menyerahkan ke Polsek Cilimus. Saat diamankan, pihak kepolisian pun mengalami kesulitan berkomunikasi dengan WM karena kondisinya yang kurang stabil.
Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pada Sabtu (29/3/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.
Keluarga WM, yang didampingi Kepala Desa Kalapa Gunung, bertemu dengan Kadus Desa Bandorasa Kulon. Dari hasil klarifikasi, tidak ditemukan bukti bahwa WM melakukan pencurian motor dan motor tersebut adalah milik WM.
“Alhamdulillah sudah diselesaikan kesalahpahaman ini, dan terbukti bahwa WM tidak melakukan tindakan pencurian,” pungkasnya.
Dengan kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada, namun juga tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan sebelum ada bukti yang jelas. (didin/mgg)
