KUNINGAN(MASS) – Pemerintah Kecamatan Kalimanggis bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terkait isu aktivitas yang berkaitan dengan Pondok Pesantren Al-Zaytun. Camat Kalimanggis, Neni Betty Rosalinda Watty S Kom, MSi menyatakan telah mengambil langkah tegas untuk menjaga kondusivitas wilayah.
Ditemui usai deklarasi penolakan di Masjid Miftahus Saadah, Kamis (14/5/2026), Neni menyambut baik pernyataan sikap dari para ulama dan tokoh masyarakat. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan langkah antisipasi yang telah dilakukan pihak kecamatan di lapangan.
“Pada prinsipnya kami menyambut baik adanya deklarasi tersebut sebagai pernyataan sikap dari para alim ulama. Kalau kami dari pihak pemerintahan kecamatan juga sudah melakukan antisipasi yaitu dengan mendatangi ke lokasi dengan Forkopimcam,” tuturnya saat ditemui pasca deklarasi.
Pihak kecamatan, katanya, telah mendatangi langsung lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas kelompok tersebut. Selain tinjauan lapangan, Camat juga telah memanggil orang-orang yang teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan yayasan yang dipimpin Panji Gumilang tersebut.
“Kemudian juga memanggil orang orang yang yang yang ada keterkaitan dengan itu, jadi sudah melakukan Langkah-langkah,” tambahnya.
Mengenai adanya pengumpulan sertifikat tanah atau SPPT, Neni membenarkan pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait. Berdasarkan data yang masuk, terdeteksi ada sekitar 800 sertifikat yang masuk dalam pendataan untuk dikumpulkan oleh pihak tersebut.
“Adapun tadi disampaikan bahwa sudah terkumpul SPPT dan kami pun dari pihak kecamatan sudah melakukan pendekatan itu, yang terdata sekitar 800 sertifikat tanah,” tegasnya.
Neni menegaskan saat ini pihak kecamatan telah menyarankan agar seluruh aktivitas tersebut dihentikan total. Langkah ini diambil untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta potensi konflik horizontal di tengah masyarakat.
“Adapun tadi disampaikan bahwa sudah terkumpul SPPT dan kami pun dari pihak kecamatan sudah melakukan pendekatan itu,” pungkasnya. (raqib)