Buky Dilantik Jadi Ketua PSSI Jabar, Terlihat Tony Indra Berjabat Tangan dengan Erick Tohir

BANDUNG (MASS) – Buky Wibawa, yang akrab disapa Kang Buky, resmi dikukuhkan sebagai Ketua PSSI Jawa Barat untuk periode 2026–2030, Sabtu (17/10/2026). Pelantikan yang digelar di di Ballroom Hotel Horison Bandung itu, dianggap sebagai momentum penguatan komitmen bersama dalam membangun ekosistem sepak bola dan futsal Jawa Barat yang lebih maju, terstruktur, kompetitif, dan berkelanjutan.

Dalam acara tersebut, nampak hadir langsung Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Cahyani, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, serta perwakilan KONI Jawa Barat dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat.

Selain dari PSSI dan pemerintahan yang hadir dan menunjukkan dukungan terhadap arah baru pembangunan sepak bola Jawa Barat, hadir juga Thony Indra Gunawan Pemilik dari PROTON FC Kuningan dalam pengukuhan tersebut.

Ketua Umum PSSI Jabar Canangkan Tiga Pilar Kemajuan Sepak Bola Jawa Barat

Dalam sambutannya, Kang Buky Wibawa menegaskan kesiapan untuk mengemban amanah memimpin PSSI Jawa Barat dengan semangat pengabdian, keterbukaan, dan kebersamaan.

Menurutnya, kemajuan sepak bola Jawa Barat tidak dapat diwujudkan melalui kerja satu pihak semata. Dibutuhkan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen sepak bola, pemerintah, dan sektor swasta.

Komunikasi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun keselarasan visi, menyatukan kepentingan, serta memastikan seluruh program organisasi dapat diimplementasikan secara efektif. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kang Buky menekankan pentingnya penguatan tiga pilar strategis.

Pilar pertama adalah kekuatan komunal, yang melibatkan seluruh anggota PSSI Jawa Barat, PSSI kabupaten/kota, serta seluruh insan sepak bola Jawa Barat. Pilar ini menjadi fondasi dalam membangun rasa memiliki, partisipasi aktif, dan tanggung jawab bersama terhadap kemajuan sepak bola daerah.

Pilar kedua adalah dukungan dan sinergi dengan pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Sinergi tersebut diperlukan untuk memperkuat kebijakan, pembangunan infrastruktur, fasilitasi pembinaan, serta pengembangan kompetisi yang berkesinambungan.

Pilar ketiga adalah kolaborasi dengan sektor swasta, sebagai mitra strategis dalam menghadirkan dukungan sumber daya, inovasi, investasi, dan keberlanjutan program pengembangan sepak bola.

“Ketiga pilar tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan emas menuju kemajuan sepak bola Jawa Barat, sekaligus membangun organisasi yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada prestasi,” kata Kang Buky.

Potensi Besar Sepakbola dan Futsal Jawa Barat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam sambutannya menaruh harapan besar terhadap masa depan sepak bola dan futsal Jawa Barat. Dengan jumlah penduduk sekitar 51,7 juta jiwa sebagaimana disampaikan dalam sambutannya, Jawa Barat memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat besar untuk melahirkan talenta-talenta terbaik yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Namun, menurut Erick, potensi tersebut harus diikuti dengan kerja nyata melalui pembenahan sistem pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sepak bola secara menyeluruh.Salah satu perhatian utamanya adalah membangun sistem kompetisi berjenjang yang mampu memberikan ruang pengembangan secara konsisten bagi pemain muda, mulai dari tingkat akar rumput (grassroots) hingga jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Erick juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan jumlah pelatih berlisensi, termasuk memperluas akses pendidikan kepelatihan hingga lingkungan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).

“Selain pelatih, peningkatan kualitas wasit menjadi bagian penting dalam proses transformasi sepak bola,” kata Erick.

Wasit, lanjutnya, tidak hanya berperan sebagai pengadil pertandingan, tetapi juga memiliki kontribusi dalam memperkenalkan dan membangun pemahaman pemain muda terhadap Laws of the Game (LOTG) atau peraturan permainan sejak usia dini.

Dengan tersedianya pelatih dan wasit yang berkualitas dalam rasio yang semakin ideal terhadap kebutuhan pembinaan, proses pengembangan pemain diharapkan dapat berlangsung secara lebih terarah, konsisten, dan berkualitas. Penguatan kualitas pelatih, wasit, dan kompetisi berjenjang tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari transformasi ekosistem sepak bola dan futsal Indonesia.

Erick Thohir juga menyampaikan kepercayaannya bahwa di bawah kepemimpinan Kang Buky Wibawa, PSSI Jawa Barat mampu menjawab tantangan tersebut dan menerjemahkan besarnya potensi daerah menjadi prestasi nyata.

Kekuatan Jawa Barat Bukan Hanya Jumlah Penduduk….

Thony Indra Gunawan Pemilik dari PROTON FC Kuningan yang turut hadir dalam acara pengukuhan tersebut, menyampaikan kesan positif terhadap atmosfer kebersamaan yang terbangun di antara seluruh insan sepak bola Jawa Barat.

Menurutnya, momentum pengukuhan ini bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan kesempatan penting untuk memperkuat hubungan, membangun kepercayaan, serta menyatukan semangat seluruh pihak dalam mewujudkan cita-cita bersama.

“Melihat kebersamaan seluruh insan sepak bola Jawa Barat hari ini, saya memiliki keyakinan besar bahwa kita mempunyai energi positif yang sangat kuat untuk mewujudkan kemajuan sepak bola Jawa Barat. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus dijaga, diperkuat, dan diterjemahkan menjadi kerja nyata,” ungkap Thony.

Ia memandang bahwa kekuatan terbesar Jawa Barat tidak hanya terletak pada jumlah penduduk maupun besarnya potensi talenta, tetapi juga pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak dalam arah yang sama.

“Semangat gotong royong, keterbukaan komunikasi, dan kolaborasi lintas sektor dinilai akan menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam mendukung berbagai program strategis PSSI Jawa Barat,” ungkapnya.

Optimisme tersebut juga sejalan dengan pentingnya membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan, sehingga potensi pemain muda dari berbagai kabupaten dan kota memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkembang dan mencapai prestasi terbaiknya.

Dengan semangat persatuan, komunikasi, dan gotong royong, ia berharap besar kepemimpinan PSSI Jawa Barat periode 2026–2030 bisa menjadi momentum lahirnya babak baru kemajuan sepak bola dan futsal Jawa Barat, sekaligus memperkuat kontribusi Tanah Pasundan terhadap prestasi sepak bola Indonesia. (eki/AB)