Pemuda Beraksi Kuningan Mandiri

KUNINGAN (MASS) – Dalam mewujudkan visi ‘Pemuda Beraksi Kuningan Mandiri’, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) menggelar kegiatan workshop implementasi kelas daring, Kamis (7/11/2019) di Lembah Ciremai.

Kegiatan Workshop tersebut diikuti sebanyak 23 LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) se-Kabupaten Kuningan. Pada acara pembukaan, tampak hadir staff Kemendikbud Ilham Ramdhani dan Sekda Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar.

Materi workshop dengan tema digital marketing itu disampaikan langsung oleh tim instruktur dan perwakilan dari Kemendikbud, Rio Kencono SE MAk. Selain itu, dari unsur pemerintah daerah disampaikan oleh Kabid PAUD Dikmas Disdikbud Kuningan, Elon Carlan MMPd.

Ketua PDPM Kuningan Sadam Husen menjelaskan, perkembangan zaman pada era revolusi industri 4.0 menjadi tantangan tersendiri untuk pemuda dalam mempersiapkan sekaligus mencetak SDM yang berdaya saing tinggi. Maka LKP yang berada di Kuningan dibekali keahlian dalam digital marketing.

“Masyarakat Kuningan adalah market yang potensi. Namun lagi-lagi karena kita terlalu dalam zona nyaman, melewatkan dan merelakan market itu diambil oleh industri-industri besar yang sudah jauh lebih awal menggarap potensi market melalui daring,” ujarnya.

Dalam aksi nyatanya, lanjut mantan ketua IMM itu, Pemuda Muhammadiyah membentuk LKP yang bernama Pelita Karya. Harapan dan targetnya yaitu memberikan sumbangsih dalam mencetakk SDM pemuda yang berdaya saing.

Bupati Kuningan yang diwakili Sekda Dr Dian Rachmat Yanuar mengatakan, kegiatan tersebut secara nyata ikut membangun generasi muda yang mandiri, kreatif dan berwawasan dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Selain memperkuat literasi lama yaitu baca tulis dan matematika, saat ini perlu dikuatkan juga literasi baru yang diantaranya data literation, yaitu kemampuan untuk membaca, menganalisis, dan menggunakan informasi dari big data dalam dunia digital,” terang mantan Kadisdikbud Kuningan itu.

Selain itu, sambungnya, technology literation pun diperlukan. Yaitu kemampuan untuk memahami sistem mekanika dan teknologi dalam dunia kerja yang meliputi coding dan Artificial Intellegence (kecerdasan buatan), dan prinsip-prinsip rekayasa. Lalu human literation yang melihat dari sisi kemanusiaan, komunikasi dan desain kreatif

Sementara itu, Staff Kemendikbud Ilham Ramdhani menjelaskan bahwa LKP merupakan pendidikan non formal yang berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian professional. (ali)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com