“Pah… Mah… Kenapa Kalian Jadi Tak Kelihatan?”

KUNINGAN (MASS) – Pertanyaan diatas memang hanya kalimat imajiner. Tapi mungkin itulah yang akan dikatakan Guntur Rizki Apdilah dan Shintia Mega Rahayu, jika saja saat usia 1 tahun mereka sudah mengerti kata-kata.

Guntur dan Mega adalah kakak beradik asal Dusun Manis RT 01/RW 01 Desa Pakembangan Kecamatan Garawangi. Guntur kini berusia 7 tahun. Sementara sang adik usianya 4 tahun. Keduanya sama-sama mengalami katarak saat usia 1 tahun.

Guntur dan Mega merupakan anak dari pasangan Kewo Raswa dan Erni. Kewo kini bekerja serabutan. Sebelumnya ia merantau di luar kota untuk berdagang, tapi kini tak lagi punya lapak. Sementara Erni, sang istri, hanya seorang ibu rumah tangga.

Memiliki dua orang anak yang lucu dan menggemaskan tentu jadi kebahagiaan tersendiri bagi Kewo dan Erni. Tapi di sisi lain, ujian bagi mereka pun sangat luar biasa. Punya dua buah hati, namun dua-duanya mengalami katarak.

Meski gejala katarak sudah muncul sejak anaknya usia satu tahun, keterbatasan ekonomi membuat keduanya harus terus menahan untuk pengobatan sang anak. Saat sang anak usia satu tahun, gejala seperti selaput putih pada mata sang anak terlihat.

Pada kuninganmass.com, Kewo tidak menihilkan atas bantuan yang diterima keluarganya. Ia bercerita, pada tahun 2022 lalu, anak pertamanya, Guntur, sempat mendapatkan bantuan operasi katarak.

Saat itu, bantuan CSR disalurkan melalui Kodim. Ia bersyukur, satu mata sang anak berhasil kembali normal bisa melihat. Selain bersyukur, proses pengobatan operasi katarak juga sekaligus memberikannya gambaran hitungan, berapa banyak biaya yang harus dipegang untuk pengobatan.

Kasus katarak yang dialami anaknya memang tak bisa ditangani sekaligus. Kata Kewo, keterangan medis yang diterimanya, operasi katarak dilakukan satu persatu. Kala itu, Guntur, meneima tindakan operasi di RS Cicendo.

Namun justru setelah sang kakak dioperasi katarak pada sebelah mata, sang adik yang usia satu tahun malah mengalami hal serupa. Ujian berat ini harus kembali ditanggung Kewo dan Erni.

Namun waktu terus berlalu dan tak bisa berhenti untuk menunggu. Kondisi anak pertamanya tetap ceria meski satu matanya masih mengalami katarak. Sang adik pun demikian. Selain kekurangan penglihatan, Mega tumbuh dengan sehat.

Tapi kondisi itu tak bisa dibiarkan begitu saja. Sang adik yang masih mengalami katarak di kedua matanya, berpotensi kehilangan penglihatan secara total jika tak segera ditangani.

Dan mungkin sekarang inilah saatnya berjuang kembali. Ia bersyukur, ada salah satu donatur yang berbaik hati ingin membantu pengobatan sang anak. Alhasil, Guntur dan Mega didaftarkan kembali untuk tindakan operasi di RS Cicendo dalam waktu dekat.

Bantuan yang diberikan sangat disyukuri Kewo. Meski mungkin bantuan tak bisa sepenuhnya mencukupi kebutuhan perjalanan pengobatan, Kewo ingin sang anak tumbuh kembang sepeti teman-teman sebayanya. Karenanya, ia tak menolak niat baik bantuan untuk kedua anaknya.

Pekan lalu, Kewo bersama dua anaknya berangkat ke RS Cicendo Bandung untuk pemeriksaan dan memastikan jadwal tindakan operasi. Kewo tidak sendiri, ia didampingi salah satu perangkat desa setempat. Dan baru pekan depan, mereka akan mendapat kamar perawatan.

“Tanggal 4 (November) kenging ruangan (perawatan). Tapi (mau berangkat dari Kuningan tanggal 2) supaya pasien bisa istirahat. Bisi aya persyaratan tak terduga,” kata Kewo, cerita ke Kuningan Mass, Jumat (30/10/2026) kemarin.

Sekali pemeriksaan saja, ternyata biaya-biaya yang harus ditanggung cukup besar. Mulai dari akomodasi pasien, akomodasi dan makan keluarga serta pendamping dari Pakembangan ke Bandung, sewa rumah di Bandung, hingga biaya makan.

Meski begitu, Kewo akan meneruskan perjuangan untuk kedua anaknya. Kewo mengakui baru donatur tersebutlah pihak yang membantunya untuk pengobatan. Selain pendampingan dari aparat, ia mengamini belum ada bantuan lain.

Kewo sendiri mengiyakan tidak ingin meminta-minta banguan dan merepotkan orang lain. Namun tentu saja, Kewo sangat terbuka jika ada pihak yang kembali menguatkan akan membantunya, berhubung besarnya biaya dan waktu yang harus dibayar selama pengobatan.

Di akhir, Kewo juga didoakan agar perjalanan pengobatan sang anak bisa berjalan lancar. Setelah Guntur menuntaskan pengobatan, Mega juga disarankan untuk berobat tuntas. Jangan sampai terlambat penanganan.

Kewo bilang, saran dari pihak medis, nnati setelah operasi katarak salah satu mata, Mega disarankan untuk operasi katarak sekitar sebulan kemudian untuk meminimaliair potensi kebutaan total. (eki)