CIREBON (MASS) – Yayasan Husnul Khotimah Kuningan kembali mendapat apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung program edukasi masyarakat. Kali ini, yayasan tersebut menerima penghargaan sebagai Penggerak dan Pendukung Program Literasi Keuangan CIAYUMAJAKUNING dalam rangkaian kegiatan FINEXPO Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang diselenggarakan di Grage Mall Cirebon, Sabtu (31/10/2026).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd. Al Hafidz, yang hadir dalam kegiatan tersebut. Apresiasi ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi dan dukungan Yayasan Husnul Khotimah dalam mendorong peningkatan literasi serta inklusi keuangan di wilayah CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).
Bagi Yayasan Husnul Khotimah, literasi keuangan merupakan bagian penting dari upaya membangun masyarakat yang berpengetahuan, mandiri, dan mampu mengambil keputusan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang pengelolaan keuangan, pemanfaatan layanan keuangan formal, serta sikap bijak dalam aktivitas ekonomi menjadi bekal penting, termasuk bagi generasi muda.
Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Mu’tamad, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, edukasi literasi keuangan memiliki relevansi yang kuat dengan upaya membangun kualitas sumber daya manusia.
“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi sekaligus amanah bagi kami untuk terus berkontribusi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Literasi keuangan bukan sekadar kemampuan mengelola uang, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter, yaitu bagaimana seseorang memiliki sikap amanah, bertanggung jawab, bijak, dan tidak berlebihan dalam mengelola harta,” ungkapnya.
Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian FINEXPO Bulan Inklusi Keuangan 2026 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, dengan mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera.” (deden/AB)
