KUNINGAN (MASS) – SMK Auto Matsuda terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas peluang kerja lulusan dalam kebekerjaan keluar negeri dengan melakukan terobosan strategis menggandeng PT OBOS Ryousin Indonesia (ORI), sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengembangan dan kerja sama SMK dengan Jepang.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilaksanakan pada Rabu (22/10/2026) kemarin, bertempat di Meeting Room SMK Auto Matsuda.
Melalui kerja sama ini, SMK Auto Matsuda berencana membuka Auto Japan Class, sebuah program kelas khusus Jepang yang dirancang untuk mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi, keterampilan bahasa, pemahaman budaya, serta kesiapan mental dan profesional untuk memasuki dunia kerja di Jepang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Hubungan Industri, Dedi Nurwiandi, M.Pd., menjelaskan bahwa selama ini sekolah telah memfasilitasi para alumni yang berminat bekerja di Jepang melalui kerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
“Selama ini, alumni yang telah lulus dan memiliki minat bekerja di Jepang kami arahkan untuk mengikuti pelatihan melalui LPK penyalur tenaga kerja ke Jepang yang telah bekerja sama dengan sekolah. Namun kedepan, kami ingin melakukan langkah yang lebih maju dan terintegrasi,” ujar Dedi.
Menurutnya, melalui Auto Japan Class, persiapan menuju dunia kerja Jepang tidak lagi hanya dilakukan setelah siswa lulus, tetapi mulai dibangun sejak mereka masih menempuh pendidikan di sekolah.
“Kita ingin semuanya masuk dalam sebuah sistem yang terintegrasi, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, penguasaan bahasa Jepang, hingga pengenalan budaya dan etos kerja masyarakat Jepang. Semuanya akan dikemas dalam program Auto Japan Class atau Kelas Khusus Jepang,” jelasnya didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Didit Aditia, M.A. dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sugianda, MA.
Dengan sistem tersebut, diharapkan lulusan SMK Auto Matsuda akan lebih siap, lebih matang, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri di Jepang.
Kolaborasi Industri Menjadi Kunci Masa Depan Lulusan
Sementara itu, Kepala SMK Auto Matsuda, Abdul Muhyi, S.H.I., M.A., menegaskan bahwa kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan, khususnya dalam aspek kebekerjaan.
Menurutnya, SMK tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah dan keterampilan teknis, tetapi juga harus mampu membangun sistem pendidikan yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
“Saat ini sudah banyak lulusan SMK Auto Matsuda yang bekerja di Jepang. Bahkan, animo dan minat siswa untuk berkarier di Jepang terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Kondisi ini tentu harus kita respons dengan sistem dan formulasi yang lebih komprehensif, terencana, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan Auto Japan Class merupakan salah satu langkah konkret sekolah untuk memperkuat proses penyiapan lulusan sejak dini.
“Kita ingin siswa tidak hanya memiliki keinginan bekerja di Jepang, tetapi juga benar-benar dipersiapkan dari sisi kompetensi, kemampuan bahasa, kedisiplinan, budaya kerja, dan karakter. Dengan demikian, ketika mereka lulus, mereka sudah memiliki bekal yang lebih matang untuk bersaing di dunia kerja internasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Amuy -sapaan akrab Kepsek Abdul Muhyi- menyampaikan bahwa program tersebut ke depan tidak hanya diperuntukkan bagi siswa internal SMK Auto Matsuda.
“Ke depan, kami juga membuka peluang bagi masyarakat umum yang memiliki minat untuk mengikuti program persiapan kerja ke Jepang, tentunya dengan persyaratan dan ketentuan tertentu. Harapannya, keberadaan program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga masyarakat secara lebih luas,” tambahnya.

Jepang Merupakan Bagian dari Sejarah Berdirinya Auto Matsuda
Ketua Dewan Pembina Yayasan Raihan Matsuda, H.T. Mamat Robby Suganda, M.A.P., yang turut hadir dan menyaksikan langsung prosesi penandatanganan MoU tersebut, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas langkah strategis yang dilakukan SMK Auto Matsuda.
Menurut tokoh yang akrab disapa MR tersebut, Jepang memiliki hubungan historis yang sangat erat dengan perjalanan dan filosofi berdirinya SMK Auto Matsuda.
“Jepang tidak bisa dilepaskan dari aspek kesejarahan SMK Auto Matsuda. Bahkan, Jepang merupakan salah satu inspirasi utama lahirnya sekolah ini,” ungkapnya.
MR menjelaskan bahwa dirinya telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam menjalankan berbagai aktivitas bisnis dan membangun hubungan dengan Jepang.
Pengalaman panjang tersebut memberikan banyak pelajaran berharga, khususnya mengenai budaya kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, profesionalisme, serta semangat untuk terus meningkatkan kualitas diri.
“Selama lebih dari 20 tahun saya melakukan kegiatan bisnis dengan Jepang. Banyak sekali pengalaman, nilai, dan prinsip positif yang bisa kita pelajari dan terapkan, terutama dalam membangun karakter generasi muda. Jepang dikenal dengan budaya disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan komitmen terhadap kualitas. Nilai-nilai inilah yang perlu kita tanamkan kepada anak-anak kita,” jelasnya.
Ia berharap Auto Japan Class tidak hanya menjadi program pembelajaran bahasa atau persiapan bekerja ke luar negeri, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pada kesempatan tersebut, MR juga memberikan perhatian khusus kepada para orang tua agar turut mendukung cita-cita dan pilihan masa depan anak-anaknya.
“Peran orang tua sangat penting. Anak-anak yang memiliki minat dan cita-cita untuk bekerja di Jepang harus mendapatkan dukungan, motivasi, dan pendampingan dari keluarga. Ketika sekolah, orang tua, dan anak memiliki semangat yang sama, insyaallah hasilnya akan lebih maksimal,” ujar MR didampingi sekretaris Yayasan, Dr.Agus Kusman, M.Hum
Guru-Guru Dibekali Pemahaman Sistem Pendidikan dan Budaya Jepang
Selain penandatanganan MoU, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan materi oleh tim PT OBOS Ryousin Indonesia (ORI) yang diikuti oleh para guru SMK Auto Matsuda.
Dalam sesi tersebut, tim ORI memberikan penjelasan mengenai budaya masyarakat Jepang, sistem pembelajaran, penguatan kemampuan bahasa, serta berbagai aspek yang perlu dipersiapkan dalam pengembangan program kelas khusus Jepang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal penyamaan persepsi sekaligus penguatan kapasitas tenaga pendidik dalam mendukung implementasi Auto Japan Class.
Melalui kolaborasi ini, SMK Auto Matsuda berharap dapat membangun ekosistem pendidikan vokasi yang semakin adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan industri global.
Kehadiran Auto Japan Class diharapkan menjadi babak baru perjalanan SMK Auto Matsuda dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki karakter unggul, kompetensi internasional, dan daya saing global. (eki)
