Air Waduk Darma Surut Hingga 70 Persen, Petani KJA dan Wisata Perahu Terdampak

KUNINGAN (MASS) – Kondisi Waduk Darma di Kabupaten Kuningan, mengalami penyusutan air hingga sekitar 70 persen akibat musim kemarau. Kondisi ini berdampak terhadap aktivitas petani ikan keramba jaring apung (KJA) serta sektor wisata perahu di kawasan waduk.

Sekertaris Desa Jagara, Ujang Supriatno membenarkan bahwa kondisi air Waduk Darma semakin surut akibat kemarau yang berlangsung. Surutnya waduk ini diperkirakan mencapai 70 persen.

“Surut dikarenakan kemarau. Surutnya kurang lebih 70 persen,” tutur Ujang saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2026).

Menurut Ujang, salah satu pihak yang terdampak langsung adalah petani ikan KJA. Menyusutnya volume air membuat sebagian petani ikan untuk sementara memindahkan keramba mereka ke bagian waduk yang lebih dalam.

Selain sektor perikanan, penyusutan air Waduk Darma juga berdampak terhadap aktivitas wisata perahu, khususnya di kawasan Jagara Eco Park dan Taman Desa Jagara.

Jumlah wisatawan yang menggunakan jasa perahu dilaporkan berkurang drastis. Kondisi air yang surut membuat pengunjung harus menempuh jarak lebih jauh untuk mencapai tepian waduk tempat perahu dapat dinaiki.

Akibatnya, akses menuju lokasi keberangkatan perahu menjadi kurang praktis bagi wisatawan, sehingga turut memengaruhi aktivitas wisata di kawasan tersebut.

“Dampaknya ke petani ikan KJA, terus yang naik perahu wisata khususnya di Jagara Eco Park dan taman desa berkurang drastis karena alsan jalannya jauh, kalau mau naik perahu harus ke pinggir waduk darma. Petani ikan sementara pindah ke yang lebih dalam,” ujarnya.

Di sisi lain, Waduk Darma memiliki fungsi penting sebagai sumber air untuk kebutuhan irigasi pertanian di Kabupaten Kuningan dan wilayah Cirebon.

Meski mengalami penyusutan, aliran air dari Waduk Darma hingga kini masih berlangsung melalui pintu pengeluaran air. Dengan demikian, pasokan air untuk kebutuhan irigasi masih tetap dialirkan.

“(Air waduk darma) mengalir ke irigasi di Kabupaten Kuningan dan wilayah Cirebon. Sekarang masih mengalir karena itu melalui pintu pengeluaran air,” pungkasnya. (didin)