KUNINGAN (MASS) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Al-Ihya Kuningan (UNISA) bersama Polres Kuningan menyalurkan 8.000 liter air bersih kepada warga Desa Kalimati, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan. Aksi kolaborasi itu menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat sekaligus wujud nyata pengabdian mahasiswa di tengah persoalan sosial.
Ketua BEM UNISA Kuningan, Muhamad Saifulloh, mengatakan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.
Di tengah persoalan ketersediaan air yang masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat, menurutnya, kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak sangat diperlukan agar kebutuhan dasar warga mendapat perhatian bersama.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air bersih bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan bagian mendasar dari kualitas hidup yang harus diperhatikan bersama,” ujar Saifulloh, yang akrab disapa Eful, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan BEM UNISA dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab mahasiswa untuk hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Peran mahasiswa, kata dia, tidak hanya terbatas pada aktivitas akademik maupun menyampaikan kritik terhadap persoalan sosial, tetapi juga diwujudkan melalui aksi langsung yang memberikan manfaat bagi warga.
Kolaborasi bersama Polres Kuningan juga menjadi bukti bahwa persoalan kemanusiaan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen. Sinergi antara mahasiswa dan institusi kepolisian diharapkan dapat terus berkembang, tidak hanya melalui penyaluran bantuan, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang berkelanjutan.
Eful menilai, bantuan air bersih ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih tidak seharusnya hanya mengandalkan bantuan ketika masyarakat menghadapi kesulitan. Diperlukan perhatian dan langkah berkelanjutan dari pihak terkait agar akses terhadap air bersih dapat terpenuhi secara layak dan merata.
“Penyaluran air bersih ini juga menjadi pengingat bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih tidak seharusnya hanya bergantung pada bantuan saat masyarakat mengalami kesulitan. Diperlukan perhatian dan langkah berkelanjutan dari pihak terkait untuk memastikan ketersediaan air bersih dapat diakses masyarakat secara layak, merata, dan berkesinambungan,” katanya.
Lebih lanjut, BEM UNISA berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga Desa Kalimati, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk menjalankan program kerja organisasi, melainkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Melalui penyaluran 8.000 liter air bersih ini, BEM UNISA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui aksi nyata, membangun kolaborasi lintas sektor, serta mendorong kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan. (didin)
