KUNINGAN (MASS) – Mojang Pinilih Kabupaten Kuningan 2026, Maitsa Nurjihan Hakim, ingin berkontribusi dalam memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah kepada generasi muda. Ia berencana memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi agar kekayaan lokal Kuningan semakin dikenal luas.
Mahasiswi Program Studi Akuntansi Universitas Kuningan itu menilai, budaya dan pariwisata tidak cukup hanya diperkenalkan melalui keindahan tempat atau kegiatan seremonial. Menurutnya, cerita sejarah, filosofi tradisi, kearifan lokal, hingga kehidupan masyarakat di balik sebuah destinasi juga perlu disampaikan dengan cara yang kreatif dan dekat dengan generasi muda.
“Saya ingin menjadi jembatan antara potensi lokal dan generasi muda. Kuningan memiliki banyak keunikan budaya dan potensi wisata yang perlu diperkenalkan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman,” tuturnya saat diwawancara kuninganmass.com Selasa (20/10/2026).
Keinginannya tersebut tidak lepas dari pengalaman mengikuti program internasional. Maitsa pernah mengikuti program summer semester di Thailand pada 2025 dan program international student mobility di Malaysia pada 2026. Ia juga berkesempatan berpartisipasi dalam konferensi internasional pada 2024–2025.
Dari pengalaman itu, Maitsa belajar setiap daerah memiliki identitas dan keunikan yang dapat menjadi daya tarik tersendiri. Ia melihat pengalaman mengenal budaya di luar negeri sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mencari inspirasi bagi pengembangan budaya dan pariwisata di Kabupaten Kuningan.
“Semakin luas kita mengenal dunia, semakin besar pula kesempatan untuk membawa pulang pengetahuan, inspirasi, dan kontribusi bagi daerah sendiri,” tuturnya.
Ke depan, Maitsa ingin membuat konten digital yang tidak hanya menampilkan destinasi wisata, tetapi juga mengangkat nilai sejarah, filosofi budaya, serta cerita masyarakat lokal.
“Saya juga berharap dapat membangun kolaborasi dengan komunitas budaya, pelaku UMKM, dan generasi muda lainnya agar promosi pariwisata memberikan manfaat yang lebih luas,” tuturnya.
Bagi Maitsa, menjadi Mojang Pinilih bukan sekadar gelar atau pencapaian pribadi. Ia memandang peran tersebut sebagai amanah untuk terus belajar dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya dalam memperkenalkan budaya, pariwisata, serta potensi anak muda Kuningan.
“Sebagai Mojang pinilih ini bukan sekedar gelar, tapi amanah untuk terus belajar dan berkontribusi mengenalkan budaya, wisata dan berbagai potensi lainnya,” tambahnya.
Saat ini, Maitsa juga tengah menjalani kegiatan magang di salah satu kantor akuntan. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, ia berusaha menyeimbangkan pengembangan diri, pengalaman profesional, dan tanggung jawab barunya sebagai Mojang Pinilih Kabupaten Kuningan 2026.
“Saat ini saya juga pernah mengikuti berbagai organisasi di berbagai bidang, termasuk Korps Protokoler Mahasiswa Universitas Kuningan, Tax Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Kuningan 2021, serta Forum Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Kuningan periode 2024–2025,” tambahnya.
Maitsa juga berpesan agar generasi muda tidak takut mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Menurutnya, setiap orang memiliki perjalanan dan potensi berbeda sehingga tidak perlu kehilangan jati diri hanya untuk mengikuti standar orang lain.
“Jangan takut mencoba hal baru, keluar dari zona nyaman, dan mengambil kesempatan yang bisa membantu kita bertumbuh. Kita tidak harus menjadi orang lain untuk bisa berhasil,” tuturnya.
Ia memegang prinsip, “Go where you grow, stay where you’re valued, and never lose yourself trying to fit in.” Bagi Maitsa, mengenal dunia dan mengembangkan diri harus tetap diiringi kesadaran untuk kembali memberikan manfaat bagi lingkungan dan daerah asal.
“Sebagai Mojang Pinilih Kabupaten Kuningan 2026, saya berharap dapat ikut memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Kuningan dengan cara yang lebih dekat dengan generasi muda, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh potensi yang dimiliki, tetapi juga oleh kemauan generasinya untuk mengenal, menjaga, dan mengembangkan potensi tersebut,” pungkasnya. (raqib)
