KUNINGAN(MASS) – Masa depan perkembangan sepak bola di Kuningan punya potensi besar. Hal ini terlihat dari komposisi pemain lokal yang berhasil menembus skuad utama tim kebanggaan daerah, Pesik Kuningan, saat berlaga di Liga 4 kemarin, dan berhasil meloloskan tim ke Liga 3.
Pelatih Kepala Pesik Kuningan, Coach Dian Okta, memberikan pandangannya mengenai peta kekuatan pemain asli daerah. Ia melihat ada perkembangan yang signifikan jika dicermati oleh publik. Secara hitungan, jumlahnya hanya sekitar sepertiga dari total kerangka skuad sebelumnya.
“Untuk perkembangan sepak bola Kuningan sebenarnya untuk kalau jeli melihat secara jumlah mungkin hanya sepertiga dari total seluruhnya di skuad Pesik Kuningan,” tuturnya kepada kuninganmass.com Senin (13/7/2026).
Kendati jumlahnya secara total menurun, kualitas para pemain lokal kali ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemain asli daerah tersebut justru mampu membuktikan diri dan berhasil bertransformasi menjadi pilar-pilar kunci di lapangan.
“Hanya sepertiga dari total sebelumnya anak Kuningan Tapi sepertiganya itu itu menjadi pemain utama pemain kunci,” tambahnya.
Ia menyebutkan sejumlah nama pemain lokal yang posisinya hampir tidak tergantikan dalam kerangka tim utama. Di sektor penjaga gawang, ada nama Rio dan Raffi yang menjadi andalan di bawah mistar gawang. Ada Gian, Nano, hingga Jaka juga sukses mengunci posisi sebagai pemain inti.
“Ada Rio dan Rafi di kiper kemudian ada pemain inti, Gian ada Nano ada Jaka,” paparnya.
Artinya, dari 11 pemain yang turun sejak awal laga, sekitar 4 hingga 5 posisi diisi oleh putra daerah. Menurutnya komposisi separuh pemain lokal untuk tim yang tengah berjuang mencari promosi sudah terhitung sangat banyak.
“Dari starting eleven itu sekitar 4 atau 5 itu pemain asli Kuningan artinya kalau secara itu sudah separuh separuh pemain lokal itu untuk tim yang mencari promosi itu udah termasuk banyak,” jelasnya.
Namun di sisi lain, ia juga menyayangkan adanya kendala dalam perburuan talenta lokal baru. Coach Dian membeberkan dirinya sempat memanggil 2 hingga 4 pemain potensial asli Kuningan untuk bergabung. Sayangnya, para pemain tersebut enggan merespons dan terkesan tidak berminat membangun sepak bola daerah secara bersama-sama.
“Sebenarnya kalau mau jujur kemarin ada beberapa pemain yang saya panggil tapi dia kayak nggak minat gitu gabung Pesik Kuningan kayak nggak mau ngebangun kesulitan dengan sama-sama dan saya nggak perlu sebut namanya di sini mungkin ada yang bisa merasa ada sekitar dua sampai empat pemain potensial yang saya panggil tapi dia nggak mau ya udah sayang bisa maksa,” pungkasnya. (raqib)