KUNINGAN (MASS) – Pasca-kekalahan tipis 1-2 dari Cimahi United dalam laga lanjutan babak 32 besar Piala Presiden Liga 4 Nasional, tim kepelatihan Pesik Kuningan langsung bergerak cepat. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk menghadapi laga-laga krusial berikutnya.
Pertandingan yang menyedot fisik pemain ditambah kondisi lapang yang sulit dimainkan dengan bola dari kaki ke kaki digelar di Stadion Goentoer Darjono, Kabupaten Purbalingga, pada Jumat (12/6/2026).
Coach Pesik Kuningan, Dian Okta, menyebutkan bermain di jam rawan panas merupakan risiko yang harus diterima sebagai tim tamu karena penentuan jadwal diatur oleh tuan rumah. Meski begitu, ia enggan menjadikan faktor cuaca ekstrem ini sebagai alasan atau kambing hitam kekalahan timnya.
“Bermain di siang hari yaitu udah resiko kita bermain di venue tim lawan. Jadi yang susun tim tuan rumah lah, yang jelas lawan yang kita hadapi juga bermain di jam yang sama. Artinya tidak ada alasan,” tuturnya kepada kuninganmass.com Sabtu (13/6/2026).
Dian mengakui bermain di siang hari membuat kondisi fisik para pemainnya terkuras jauh lebih cepat. Ke depan, para pemain diinstruksikan untuk tidak terlalu sering membuang bola secara cuma-cuma demi menghemat energi di lapangan.
“Menyesuaikan dengan cuaca yang kita hadapi tentu tidak banyak buang buang buang bola, karena semakin sering membuang bola, semakin sering juga kita kemungkinan besar untuk bertahan kembali,” paparnya.
Selain faktor cuaca, kondisi permukaan lapangan Stadion Goentoer Darjono yang kurang mulus juga menjadi catatan tersendiri. Pihak pelatih menilai sangat berisiko jika timnya terus memaksakan permainan operan pendek (short pass game) di atas rumput yang tidak rata.
“Tentu berani bermain dari kaki ke kaki ya, sesekali tentu kita mencoba juga opsi opsi untuk direct ya karena menyesuaikan dengan kondisi lapangan,” tandasnya.
Sebagai langkah penyesuaian taktikal, tim Pesik Kuningan juga akan sesekali mengombinasikannya dengan opsi umpan langsung atau direct pass. Strategi kombinasi ini diharapkan mampu menjaga ritme permainan tim sekaligus mengamankan poin penuh di laga selanjutnya.
“Kalau memaksakan untuk bermain short pass game dengan kondisi lapangan yang tidak begitu bagus, ya saya rasa itu beresiko,” pungkasnya. (raqib)