KUNINGAN (MASS) – Warga di wilayah ujung Kabupaten Kuningan, tepatnya di Desa Pinara, Kecamatan Ciniru, sempat mengeluhkan kondisi aliran listrik yang tidak stabil. Bagaimana tidak, dalam sehari, warga mengaku harus merasakan pemadaman listrik hingga lima kali, seperti yang terjadi pada Rabu (15/4/2026) lalu.
Kondisi mati lampu yang berulang kali ini dikeluhkan oleh masyarakat karena mengganggu aktivitas rumah tangga hingga usaha kecil di desa tersebut. Keluhan ini pun langsung ditanggapi oleh pihak Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Kuningan.
Salah satu staf ULP PLN Kuningan Nasuha, menjelaskan pemadaman yang terjadi bukan disebabkan oleh pemadaman bergilir yang direncanakan, melainkan murni karena gangguan teknis di lapangan. Ada beberapa faktor utama yang membuat aliran listrik ke wilayah tersebut terputus-putus.
“Setau saya tidak ada rencana pemadaman 2 minggu terakhir, kalau terjadi gangguan listrik mungkin saja,” tuturnya saat dikonfirmasi pada Selasa (28/4/2026).
Penyebab pertama adanya dahan pohon yang menempel langsung pada jaringan kabel listrik. Selain faktor alam, pihak PLN juga menyoroti aktivitas warga yang kurang berhati-hati saat menebang pohon di sekitar jalur kabel. Seringkali, pohon yang ditebang justru jatuh menimpa jaringan kabel listrik utama, serta adanya gangguan pada sisi Gardu Induk.
“Jadi terkait keluhan listrik mati pada tanggal tersebut, akibat beberapa gangguan kang, pohon menempel di jaringan listrik, orang menebang pohon dan menimpa jaringan listrik, ada gangguan disisi Gardu Induk,” tambahnya.
Ia menyebutkan pepohonan jenis albasia dan bambu menjadi tanaman yang mengganggu jaringan di wilayah itu. “Orang nebang pohon bambu pa, pohon arbise menempel di jaringan listrik,” tuturnya.
Pihak PLN memastikan perbaikan di wilayah Desa Pinara dan sekitarnya sudah selesai dilaksanakan. Saat ini, kondisi jaringan diklaim sudah kembali normal. Petugas telah melakukan pemangkasan dahan-dahan pohon yang dianggap rawan menyentuh kabel untuk meminimalisir kejadian serupa terulang kembali.
“Saat ini sudah ditanggulangi, suda kembali normal,” pungkasnya. (raqib)