KUNINGAN (MASS) – Menu MBG yang terlihat pada gambar memperlihatkan sajian yang sangat sederhana dari salah satu dapur di Kecamatan Darma yang berlokasi di Desa Jagara, terdiri dari satu buah jeruk, satu telor ayam yang dibungkus plastik, dua bungkus kecil kacang, serta lembar makanan berwarna putih yang kemungkinan merupakan keju. Jika dilihat secara sekilas, komposisi makanan ini tampak minimalis dan kurang mencerminkan sebuah paket makanan yang bernilai Rp10.000.
Secara logika ekonomi, harga Rp10.000 untuk menu seperti ini menimbulkan pertanyaan. Jika dihitung secara sederhana berdasarkan harga bahan di pasar, satu buah jeruk dan satu telor biasanya memiliki harga yang relatif murah. Kacang dalam jumlah kecil juga tidak memiliki nilai yang tinggi.
Bahkan jika seluruh komponen tersebut dijumlahkan, total biaya bahan kemungkinan masih jauh dari angka Rp10.000, terutama jika pembelian dilakukan dalam jumlah besar atau melalui pengadaan. Jika tujuan program MBG adalah menyediakan makanan yang bergizi dan layak, maka komposisi seperti ini perlu dipertimbangkan kembali.
Dari segi penyajian, makanan tersebut juga tampak kurang menarik dan terkesan seadanya karena hanya dibungkus plastik tanpa kemasan yang lebih rapi atau higienis. Hal ini dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas program yang diselenggarakan.
Oleh karena itu, penting bagi pihak penyelenggara untuk melakukan evaluasi terhadap komposisi menu, transparansi harga, serta kualitas penyajian. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan program MBG dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan keraguan mengenai efisiensi penggunaan anggaran.
Oleh: Rivan Maulana, Aktivis Muda Kuningan asal Kecamatan Darma
















