KUNINGAN (MASS) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kuningan untuk bulan Ramadhan 2026 masih menunggu arahan resmi dari pusat. Pasalnya, selama bulan puasa makanan harus mampu bertahan hingga 12 jam sebelum dikonsumsi.
Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Kuningan, Nissa Rahmi, mengatakan, pada Ramadhan tahun lalu pihaknya menggunakan menu keringan. Namun untuk tahun ini, pihaknya belum bisa memastikan konsep menu yang akan diterapkan.
“Untuk tahun lalu itu kami menggunakan menu keringan, tapi untuk tahun ini kami masih menunggu arahan karena dikhawatirkan ada arahan baru terkait pemberian MBG di bulan Ramadhan,” ujar Nissa, Selasa (27/1/2026).
Adapun menu keringan yang dimaksud menekankan pada real food, seperti roti, susu, bubur kacang hijau tanpa santan, dimsum, siomay, dan menu sejenis lainnya. Menurut Nissa penyusunan menu tetap mengacu pada prinsip Tumpeng Gizi Seimbang, dengan penekanan pada pengurangan gula, garam, dan lemak.
Sementara itu, untuk pelaksanaan MBG di bulan Ramadhan tahun ini, Nissa menyampaikan Kepala BGN telah menekankan agar SPPG tidak menggunakan produk ultra processed food (UPF).
“Ultra processed food atau UPF itu memang sedang digalakkan untuk dikurangi. Sejauh ini masih butuh proses untuk pelaksanaannya,” jelas Nissa.
Selain itu, mengenai program MBG bagi anak putus sekolah, Nissa menyebutkan secara lisan sudah ada arahan dari pusat, namun hingga kini belum ada surat resminya.
“Secara lisan dari pusat sudah, namun kami masih menunggu surat resminya juga,” katanya.
Sementara itu, mengenai sistem distribusi MBG, pihaknya masih melakukan pembahasan dan menunggu kebijakan lanjutan dari BGN Pusat.
“Sistemnya masih jadi bahan diskusi, baiknya dimana dan bagaimana. Kami masih menunggu dari BGN Pusat terkait sistem distribusinya,” pungkas Nissa. (didin)







