KUNINGAN (MASS) – Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa membuang makanan dari program MBG, beredar melalui WhatsApp, Selasa (3/2/2026) ini. Dalam video tersebut, siswa membuang makanan dengan memisahkan antar menu (nasi dengan nasi, ayam dengan ayam dan lainnya) ke dalam wadah ember.
Masih di video tersebut, para siswa juga ditanya kenapa membuang makanan dengan dikumpul, apakah karena tidak enak? Siswa menjawab tidak tahu. Usut punya usut, video tersebut ternyata terjadi di SMP Negeri 4 Ciawigebang pada Selasa (3/2/2026).
Menanggapi video yang viral tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Penanggung Jawab Program Makanan Bergizi (MBG), Edi Julianto, segera memberikan klarifikasi. Ia menyatakan tuduhan makanan banyak yang dibuang tidaklah benar.
“Kaitan dengan vidio yang beredar itu, sebenernya sudah biasa seperti itu karena memang tepak yang kembali harus dalam keadaan kosong atau bersih,” akunya pada Kuningan Mass.
Saat ini siswa dan guru mendapatkan 593 paket MBG, ia menegaskan makanan tersebut tidak berbau atau basi. “Total semua kan ada 593 MBG dan gaada yang berbau atau basi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa memang biasanya ada banyak makanan yang tersisa karena beberapa siswa tidak masuk sekolah. Dalam situasi tersebut, pihak sekolah mengambil langkah untuk merapikan makanan yang tersisa agar tidak terbuang sia-sia.
“Biasanya kan ada aja yang lebihan, juga kalau ada yang ngga hadir itu ya kami rapihkan dan ada yang memanfaatkan untuk pakan ternak juga untuk warga sekitar,” ujarnya. (raqib)







