Tinggal Berdua dengan Adik, Pelajar SLTA Ditemukan Akhiri Hidupnya

KUNINGAN (MASS) – Kejadian menggegerkan terjadi di RT 04 RW 01 Dusun Manis Desa Pagundan Kecamatan Lebakwangi, Kamis (21/5/2026) kemarin siang.

Pasalnya seorang remaja yang masih pelajar tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ditemukan di rumahnya dalam keadaan tan bernyawa, dengan tali melilit di leher.

Informasi itu mulanya dibenarkan pemuda setempat, Fazri. Ia membenarkan kabar heboh itu datang dari desanya. Konfirmasi itu jgga diamini Kepala Desa Pagundan, Dadan Danu. “Leres pak (iya betul ada kejadian tersebut),” jawabnya.

Lebih jauh, ia menceritakan tidak ada ham mengganjal yang terjadi pada korban DR (20). Selama ini, ia tinggal di rumah berdua dengan sang adik yang juga sekolah SLTA.

Keduanya tinggal di lingkungan yang dekat debgan kerabat. Korban dan adik, tinggal sendiri pasca ditinggal wafat sang ayah, sementara sang ibu sudah berkeluarga lagi dengan warga Cirebon, namun sang ibu kini bekerja di luar negeri, Arab Saudi.

Korban juga ditemukan oleh temannya yang datang ke rumah pada siang hari. Karena saat dipanggil tidak ada jawaban, temannya mengintip ke kamar dan menjerit saat melihat korban.

Kejadian itu kemudian diberitahukan ke tetangga dan pemerintah. Saat ditemukan, kamar tersebut dalam keadaan terkunci. Warga terpaksa mendobrak kamar komar.

Setelah diperiksa pihak kesehatan, kata Kuwu, korban diperkirakan meninggal dunia sekitar 6 jam sebelum ditemukan. Adik korban, saat tahu informasi tersebut dikabarkan langsung pingsan.

“Meninggalnya karena terputus udara ke otak (leher terbelit tali),” kata Kuwu, sembari mengatakan keluarga menolak otopsi.

“Sekarang dikuburkan di kakeknya, Desa Sindang,” kata Kuwu, kala dikonfirmasi malam hari pasca kejadian. (eki)