GARUT (MASS) – Dalam upaya menjaga keandalan pasokan listrik kepada masyarakat selama bulan Ramadhan, Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) PLN UPT Cirebon melaksanakan perbaikan hot spot pada peralatan Gardu Induk (GI) 150 kV Kamojang.
Perbaikan dilakukan pada PMS Line Bay Cikasungka #2 fasa R yang terindikasi mengalami kenaikan suhu akibat kontak yang kurang optimal. Indikasi tersebut biasanya disebabkan oleh kontak yang kurang baik, kotor, atau memiliki tahanan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem kelistrikan.
Dalam pelaksanaannya, pekerjaan dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, tim melakukan penjumperan antar konduktor pada PMS untuk mengalirkan arus listrik sementara saat proses perbaikan berlangsung. Setelah itu dilakukan pembongkaran serta pembersihan pisau PMS guna memperbaiki kualitas kontak yang sebelumnya kurang baik.
Selanjutnya, tim PDKB memasang kembali kontak PMS yang telah dibersihkan agar sambungan kembali optimal. Setelah seluruh pekerjaan selesai, jumper sementara dilepas dan peralatan kerja dibongkar sehingga sistem kembali beroperasi secara normal.
Manager UPT Cirebon, Andi Setiawan, menjelaskan bahwa perbaikan hot spot harus segera dilakukan meskipun dilaksanakan di bulan Ramadhan. Hal tersebut penting untuk mencegah potensi kerusakan peralatan yang dapat berdampak pada keandalan sistem tenaga listrik.
“Hot spot dapat menyebabkan kerusakan peralatan dan berpotensi menimbulkan gangguan sistem. GI Kamojang menerima pasokan listrik dari pembangkit yang kemudian disalurkan ke wilayah Cikasungka hingga Bandung. Oleh karena itu, keandalan peralatan harus tetap terjaga agar penyaluran listrik kepada masyarakat tetap stabil dan aman,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Melalui kegiatan pemeliharaan ini, lanjutnya, PLN memastikan bahwa sistem kelistrikan tetap andal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas, termasuk ibadah di bulan Ramadhan, dengan nyaman tanpa gangguan pasokan listrik. (eki)











