KUNINGAN (MASS) – RSUD Linggajati Kuningan menggelar Konsultasi Publik Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK), Rabu (13/5/2026) kemarin. Kegiatan yang digelar di aula rumah sakit itu dilakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat serta mengevaluasi kualitas pelayanan yang sudah berjalan, juga mendengar kendala dan keluhan pasien secara langsung.
Konsultasi publik dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M SI, Kepala Dinas Kesehatan dr Edi Martono, Anggota DPRD Kuningan Hj Neneng, Harnida Darius, Camat dan Kepala Desa sekitar rumah sakit, Organisasi profesi kesehatan, hingga ormas dan media massa.
Direktur RSUD Linggarjati dr Eva Maya, menjelaskan bahwa kegiatan digelar karena pihaknya ingin mendengarkan penilaian masyarakat secara langsung terhadap pelayanan yang diberikan.
“Kalo ada kelurangan itu tanggung jawab kami kedepan untuk kita lakukan upaya perbaikan. Harapannya adanya masukan perbiakan, ada saran dari peserta konsultasi ini menjadj motivasi perbaikan untuk meningkatkan pelayanan,” ucapnya.

Ia menegaskan, apa yang paling penting menurutnya adalah bagaimana rumah sakit bisa memberikan pelayanan kepada kebutuhan pasien. Target terdekat, pihaknya ingin terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Linggarjati. Dimana masyarakat bisa menjadikan rumah sakit sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi mereka.
“Paling penting RS ini didirikan untuk melayani masyarakat, Mudah-mudahan bisa maksimal memberikan pelayanan masyarakat,” harapnya.
Sebagai perbandingan, RSUD Linggarjati dibawah kepemimpinan dr Eva Maya terus mendorong peningkatan pelayanan. Data teranyar bulan April misalnya, untuk rawat inap BOR meningkat menjadi 30.56 persen. Kunjungan rawat jalan bulan April 5520 kunjungan.
Senada dengan tujuan Forum Konsultasi Publik, Bupati Kuningan Dian Rachmat menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu prioritas utama pembangunan daerah dalam mendukung visi “Kuningan Melesat”. Menurutnya, rumah sakit bukan hanya sekadar fasilitas kesehatan, tetapi juga institusi pelayanan publik yang harus mampu membangun kepercayaan masyarakat.
“RSUD Linggajati memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan yang harus terus bertransformasi menjadi rumah sakit yang maju, mandiri dan modern,” ujar Bupati.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan pelayanan yang masih menjadi perhatian masyarakat, seperti waktu tunggu yang lama, ketersediaan obat, hingga pentingnya komunikasi dan pelayanan yang ramah dari petugas kesehatan.
Melalui Forum Konsultasi Publik ini, Bupati Dian berharap tercipta ruang evaluasi yang jujur dan terbuka antara masyarakat dengan pihak rumah sakit. Menurutnya, forum ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan jembatan untuk menyerap aspirasi, kritik, dan masukan demi peningkatan mutu pelayanan RSUD Linggajati.
Bupati Dian juga meminta seluruh pihak terkait, termasuk camat, kepala puskesmas, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat koordinasi pelayanan kesehatan dan menjadi penyambung informasi yang benar kepada masyarakat.

Selain itu, RSUD Linggajati didorong untuk terus berinovasi, khususnya dalam pengembangan digitalisasi layanan serta peningkatan hospitality petugas kesehatan.
“Rumah sakit bukan hanya tempat mengobati fisik yang sakit, tetapi juga tempat memberikan ketenangan jiwa melalui senyum, sapa, dan pelayanan yang santun,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama membangun RSUD Linggajati menjadi rumah sakit pilihan dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan. (eki)