PUTR Paparkan Progres Perbaikan Jalan Berlubang

KUNINGAN (MASS) – Kondisi jalan berlobang di wilayah Kabupaten Kuningan menjadi perhatian seluruh masyarakat, kritik juga sempat disampaikan Presiden Mahasiswa (Presma) UNISA terkait banyaknya jalan berlubang tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan melalui Kepala Bidang Bina Marga, Teddy Bisma, memberikan penjelasan mengenai kondisi dan proses penanganan jalan rusak yang saat ini berlangsung.

Teddy Bisma menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Ia menjelaskan perbaikan sebenarnya telah berjalan, khususnya di sejumlah segmen jalan yang menjadi prioritas penanganan.

“Sejak lima hari lalu kami melanjutkan perbaikan di segmen Cineumbeuy dan baru kita selesaikan untuk segmen Winduhaji, Karang Tawang sampai Lengkong,” ujar Teddy kala dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, sisa pekerjaan permanen pada ruas Jalan Sudirman hingga Kelurahan Winduhaji akan ditangani melalui anggaran APBD Kabupaten Kuningan. Sementara untuk ruas Kelurahan Winduhaji hingga Cineumbeuy, Lebakwangi, perbaikannya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui DBMPR Provinsi dan UPTD V.

Ia menjelaskan, ruas jalan dari simpang Kelurahan Winduhaji hingga simpang Koramil Lebakwangi sepanjang sekitar 13 kilometer memang menjadi titik yang paling banyak dikeluhkan masyarakat karena kondisi kerusakannya.

Namun, pihaknya mengaku tidak melakukan penambalan menyeluruh sebelum Lebaran lalu karena ruas tersebut sudah masuk dalam program perbaikan permanen Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang proses perencanaannya telah dikonfirmasi sejak sebelum Ramadan.

“Proses review DED perencanaan jalannya sudah selesai dilaksanakan dengan pihak DBMPR. Hanya tinggal eksekusi programnya. Tapi itu 100 persen kapan dimulainya atas kebijakan penuh DBMPR Provinsi UPTD V,” katanya.

Teddy juga mengungkapkan awalnya proses lelang proyek ruas Winduhaji-Lebakwangi ditargetkan berlangsung saat Ramadan atau setelah Lebaran. Namun jadwal tersebut mengalami perubahan akibat penyesuaian harga satuan material, terutama aspal, yang dipengaruhi kenaikan harga minyak dunia akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Jadi sebulan setelah lebaran DED direvisi kembali dan sampai hari ini pihak UPTD V masih menunggu arahan kantor pusat DBMPR Provinsi,” jelasnya.

Meski demikian, pihak PUTR Kabupaten Kuningan mengaku tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk penanganan sementara sambil menunggu perbaikan permanen dari provinsi.

“Kami bersama pihak kecamatan, khususnya Camat Garawangi, terus berkoordinasi terkait langkah-langkah yang bisa dilakukan terlebih dahulu. Bahkan dengan Pemerintah Desa Lengkong kami pernah berbagi bantuan semen untuk penanganan sementara lubang di area tersebut,” tutupnya. (didin)