Tegaskan Kembali Jati Diri dan Basis Santri, Ali Akbar: Kader Harus Berani dan Bangga Tampil dengan Identitas PPP

KUNINGAN (MASS) – Musyawarah Anak Cabang (Musancab) 2026 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuningan tidak hanya menjadi ajang merapikan organisasi. Forum ini dimanfaatkan untuk meneguhkan kembali arah perjuangan partai di tengah pergeseran peta politik dan berubahnya karakter pemilih.

Kegiatan berlangsung di Bale Desa Pagundan, Kecamatan Lebakwangi, Minggu (27/09/2026). Lewat forum ini, PPP Kuningan berupaya menguatkan struktur sekaligus merajut kembali kedekatan dengan basis kultural yang sejak lama lekat dengan partai berlambang Kakbah itu.

Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan, Ali Akbar, menyatakan bahwa kekuatan partai ke depan tidak bisa hanya bertumpu pada struktur organisasi. Ia menilai PPP harus lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dengan memperkokoh hubungan bersama santri dan pondok pesantren.

Menurut Ali, akar kultural itu adalah modal penting yang harus terus dirawat lewat kerja politik dari tingkat bawah.

“Kuningan merindukan kehadiran sosok tokoh dari tingkat DPW Jawa Barat untuk bersama-sama melangkah, membesarkan partai langsung dari bawah. Akar kekuatan kita ada di sana, di lingkungan santri dan pesantren,” ungkap Ali Akbar di hadapan ratusan peserta Musancab.

Perhatian dari DPW Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum Hadir Langsung

Konsolidasi ini juga mendapat perhatian dari pengurus PPP tingkat provinsi. Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, hadir langsung bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Arief Maoshul Affandi.

Ali memandang kehadiran pimpinan provinsi tersebut sebagai wujud kepedulian terhadap kader dan struktur partai di daerah. Musancab sendiri diikuti pengurus dari berbagai jenjang, mulai dari DPC, PAC, hingga ranting di seluruh Kabupaten Kuningan.

Ali menyebut, tingkat kehadiran pengurus yang diperkirakan mencapai 90 persen mencerminkan semangat struktural dalam mengikuti agenda konsolidasi.

“Ini bukan sekadar kehadiran biasa, melainkan bukti nyata perhatian pada kader di bawah. Tingkat kehadiran pengurus yang mencapai 90 persen ini adalah penyemangat bahwa kita berada dalam satu barisan untuk membawa PPP kembali berjaya dan memiliki wakil di Senayan,” tegasnya.

Identitas PPP Bersimbol Kakbah Jadi Kebanggaan Kader

Di luar penguatan struktur, Ali Akbar turut menyinggung soal identitas politik partai di tengah pergantian generasi pemilih.

Ia mengajak seluruh kader agar tidak kehilangan rasa bangga terhadap jati diri partai. Menurutnya, lambang Kakbah memiliki rekam sejarah panjang yang tak terpisahkan dari perjuangan para kiai dan tokoh pendiri PPP.

Ali lalu membandingkan tantangan kader hari ini dengan perjuangan para pendahulu saat mengenalkan PPP kepada masyarakat.

“Dulu, para kiai dan tokoh kita sangat tidak mudah saat mengkampanyekan PPP di tengah masyarakat. Tantangan kita hari ini berbeda. Hari ini, kita harus berani secara terbuka menunjukkan bahwa kita punya identitas sebagai kader PPP. Kita harus bangga,” tandasnya.

Menurut Ali, rasa bangga itu harus sejalan dengan kepekaan partai membaca perkembangan zaman. PPP dituntut tidak hanya menjaga basis tradisionalnya, tetapi juga mampu membuka komunikasi dengan pemilih dari berbagai generasi.

Karena itu, Musancab 2026 diarahkan sebagai wadah menyamakan kembali visi para kader, menguatkan struktur hingga akar rumput, serta merumuskan langkah politik yang lebih terukur untuk menghadapi dinamika mendatang.

Dengan memadukan kekuatan struktur, akar kultural santri dan pesantren, serta pendekatan yang lebih terbuka kepada pemilih baru, PPP Kuningan menyatakan ingin kembali dekat dengan masyarakat.

Bagi Ali Akbar, konsolidasi bukan sekadar soal merapikan barisan, melainkan juga upaya menghidupkan kembali identitas dan semangat perjuangan partai dari lapisan paling bawah. (deden/rl)