KUNINGAN (MASS) – Dalam kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM ke Cibingbin Kuningan baru-baru ini, Gubernur mempertanyakan klaim miskin esktrim yang disematkan ke Kabupaten Kuningan.
Hal itu diucapkan KDM secara terbuka, saat menghadiri acara Canda dan Dakwah. Data miskin ekstrim sendiri, sebelumnya pernah diungkap Bupati, diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dimana, warga sangat miskin atau miskin ekstrim di Kuningan (desil 1) mencapai 51.806 KK atau 156.605 jiwa. Kategori miskinnya (desil 2) 44.600 KK atau 141.544 jiwa.
Baca:
“Nu pentingmah ayeunamah urang Kuningan urang Cibingbin meni bungah (yang penting sekarang warga Kuningan, Cibingbin seneng),” kata KDM, seperti yang cuplikan videonya muncul dalam akun Bupati Kuningan.
Ia pamer, saat ini lampu-lampu jalan di Jawa Barat, termasuk Kuningan sudah menyala dengan terang, jalan mulus, dan jembatan-jembatan sudah bersih.
“Kuningan disebut miskin ekstrim aing mah (saya) bingung, da dibanding daerah lain Kuningan lewih bersih jeung (dan) tertib, bener teu (betul nggak?),” tanya KDM.
KDM mempertanyakan, pasalnya dari mulai masuk perbatasan Cirebon ke Kuningan, tidak ditemukan sampah berserakan sembarangan (kumuh).
“Dimana miskin ekstrim? usum hajat di Kuningan nganggap golek, di daerah sejen jarang tatanggapan (waktu banyak hajatan di Kuningan hiburannya golek, di wilayah lain sudah jarang),” sebutnya.
Belum lagi nanti selepas Lebaran, Kuningan pasti akan ramai pengunjung (tujuan wisata). “Ceuk aing teh miskin ekstrimna dimana,” celetuknya lagi.
KDM tidak sendirian datang ke acara tersebut. Ia nampak didampingi Bupati Kuningan, Wabup, serta anggota DRPD Kuningan. (eki)












