Adakan FGD Bareng Jurnalis di Momen Hari Pers, Terungkap Jamparing Lagi Survei Setahun Kepemimpinan Dian-Tuti

KUNINGAN (MASS) – Meski bukan komunitas pers, Lembaga Survei Jamparing Research menggelar FGD (Focus Group Discussion) bertemakan jurnalistik. Diskusi yang dikemas santai itu berjalan hidup hingga memakan waktu lebih dari 2 jam di RM Cibentang, Rabu (11/2/2026).  Tidak ada narsum resmi dalam FGD yang mengusung tema “Kolaborasi Media dan Komunitas dalam Penguatan Demokrasi dan Kepercayaan … Baca Selengkapnya

Lebih Dari 50% Warga Kuningan Aktif di Medsos, Youtube dan WhatsApp Jadi Idola

KUNINGAN (MASS) – Hasil survey Jamparing Reseacrh menunjukkan lebih dari setengah warga Kabupaten Kuningan sering mengakses media sosial. Data tersebut, diperoleh Jamparing Research setelah melakukan survey pada 1200 responden (multistage random sampling) dari 32 kecamatan. Jamparing sendiri, mengekspose hasil surveynya pada Sabtu (19/3/2023) kemarin di Kopi Lendot, Sadamantra Kecamatan Jalaksana. Hasilnya, dipresentasikan oleh dua peneliti … Baca Selengkapnya

Milad Ke-7 Kuninganmass, Anak SD Babakanreuma Sumringah

KUNINGAN (MASS) – Puluhan anak yatim/piatu di SDN 2 Babakanreuma dan SDN 1 Babakanreuma nampak sumringah dan tersenyum lebar siang tadi, Sabtu (4/3/2023). Ya, mereka nampak senang saat ditemui kru kuninganmass di momentum Milad ke-7 nya, yang digelar di SDN 2 dan SDN 1 Babakanreuma Kecamatan Sindangagung. Setelah tahun lalu mengundang Ketua Paguyuban Wisata Abidin … Baca Selengkapnya

Tim Dari Husnul Khotimah Kunjungi Kantor Media Massa

KUNINGAN (MASS) – Tim media dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, melakukan kunjungan ke kantor-kantor media massa, salah satunya Kuninganmass.com di Jalan Moh Yamin, Rabu (30/11/2022) siang ini. Kunjungan yang dipimpin oleh H Sanwani, ditemani Afriadi dan anggota tim lainya itu, selain untuk silaturahmi, juga untuk sharing perihal komunikasi publik. Keseluruhan tim media Husnul Khotimah … Baca Selengkapnya

Jurnalis di Masa Krisis

KUNINGAN (MASS) – Wartawan pada awalnya adalah pekerjaan kaki. Baru kemudian pekerjaan otak. Artinya wartawan itu harus mencari obyek beritanya dengan menggunakan kakinya. Berjalan terlebih dahulu. Kemudian ia menggunakan otaknya dan pikirannya. Secemerlang apapun otak wartawan, kalau ia malas menggunakan kakinya ia tidak akan memperoleh berita yang autentik.Shindunata Dari apa yang disampaikan Jurnalis Senior Kompas … Baca Selengkapnya