Setelah Diterpa Badai, kuninganmass.com Sampai di Puncak 3.078 mdpl

KUNINGAN (MASS) – Dalam rangkaian Milangkala ke 2, kru kuninganmass.com melakukan pendakian Gunung Ciremai. Jalur pendakian Palutungan menjadi pilihan agar bisa sampai di puncak gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

Untuk mencapai ketinggian 3.078 mdpl pagi hari, Aban Nursya’ban selaku kru portal ini memilih berangkat pada malam hari. Ia bersama rekannya mengambil star pukul 20.00 WIB Rabu (28/2/2018).

Namun disayangkan, akibat cuaca buruk saat itu perjalanan di hentikan. Terpaksa Aban berkemah di Pos Paguyuban Badak. Hampir 5 jam diterpa oleh badai. Dengan persediaan makanan yang minim yakni hanya tinggal 6 bungkus kemasan mie instan, perjalanan dilanjutkan keesokan harinya sekitar pukul 08.40 WIB.

Rintik-rintik air hujan terus berjatuhan disertai pekatnya kabut menyelimuti perjalanan. Suhu udara yang sangat dingin pun “menggigilkan” perjalanan menuju puncak Ciremai. Namun itu semua tidak mematahkan semangat dan harapan pendakian kru kuninganmass.com.

“Ini merupakan kali pertamanya saya melakukan pendakian gunung ciremai. Dengan cuaca ekstrim yang menyelimuti perjalanan dan pembekalan makanan yang minim. Karena awalnya mengira akan berjalan cepat,” tutur Aban.

Sampai di pos terakhir di Goa Walet perjalanan terhenti akibat cuaca yang kembali memburuk. Aban beserta rekannya memutuskan untuk kembali mendirikan tenda pada siang hari pukul 14.15 WIB.

Dua bungkus mie instan menjadi andalan tenaga untuk keesokan harinya supaya dapat melanjutkan perjalanan. Dengan tertatih-tatih, akhirnya ia mampu melanjutkan perjalanan pendakian menuju puncak.

Jumat (2/3/2018) pagi pukul 06.30 WIB, kru kuninganmass.com ini bisa bernafas lega. Pasalnya, puncak gunung berketinggian 3.078 mdpl tersebut berhasil ia capai meski harus menggigil di suhu yang mendekati 0 derajat celcius.

“Alhamdulillah sampai puncak juga. I love You kuninganmass.com,” teriak Aban sambil mengacungkan kertas bertuliskan media onlinenya.

Di puncak tidak ada pendaki lain. Selang 4 jam kemudian, Aban pun turun gunung. “Baru kelihatan ada beberapa pendaki saat kami turun. Mungkin karena weekend,” tukasnya. (tim/aban)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com