Ketidakharmonisan Jadi Bahasan KAHMI

KUNINGAN (MASS) – Banyak hal yang jadi bahasan para alumni HMI yang tergabung dalam KAHMI Kuningan saat Halal Bihalal sekaligus Musda KAHMI di Vila Rokhmat Ardiyan Palutungan, Selasa (16/6/2020). Salah satunya berkenaan dengan ketidakharmonisan anak bangsa.

Ini disampaikan H Rokhmat Ardiyan selaku presidium demisioner paska terpilihnya lima presidium yang baru. “Persoalan yang dihadapi Indonesia sangat banyak, mulai dari ketimpangan ekonomi, ketimpangan pendidikan, hingga masalah kekurangharmonisan hubungan anak bangsa yang makin terasa belakangan ini,” ungkapnya.

Maka, sambung Ardiyan yang mewakili Hj Rini Sujianti, di mana pun alumni HMI berkarir, baik dalam partai politik, pemerintahan, maupun organisasi sosial apa pun, alumni HMI dituntut untuk bisa menjadi perawat kemajemukan dan penjaga NKRI dalam kesatuan nilai Islam.

Owner Puspita Grup ini pun mengingatkan, proses regenerasi dan kaderisasi dibutuhkan dalam menunjang terus tumbuh dan berkembangnya organisasi KAHMI yang aktif memberikan sumbangsih bagi kesejahteraan masyarakat yang diridhoi Allah SWT. Maka sudah tentu perlu adanya reorganisasi agar organisasi ini tetap hidup serta menampilkan berbagai inovasi dan kreatifitas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat setelah digembleng dalam himpunan sebagai organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia ini.

“Belakangan ini tanda-tanda adanya kekurangmesraan hubungan sosial antar anak bangsa semakin terasa. Meskipun intensitasnya masih rendah, tak dapat dinafikan bahwa di beberapa daerah isu-isu yang sebenarnya tidak relevan dan tidak produktif semakin mengemuka di depan publik bahkan kesenjangan ekonomi yang semakin jauh menimbulkan dampak sosial dan rentan terjadi aksi kriminal dan kejahatan,” paparnya.

Untuk mengatasi pokok persoalan utamanya, KAHMI harus berperan secara terprogram dan sistematis mengurangi disparitas dan kesejangan ekonomi masyarakat. Sebagai bagian dari warga negara, KAHMI memiliki tanggungjawab dan kewajiban yang sama untuk turut mengatasi dan memberikan kontribusinya. Sebab, KAHMI adalah organisasi intelektual Muslim tempat berkumpulnya insan-insan cendekia yang telah beruntung bisa menikmati pendidikan tinggi dan pekerjaan/profesi yang lebih baik.

Oleh karena itu, lanjut Ardiyan, sebagai organisasi intelektual yang besar, KAHMI perlu menunjukkan eksistensinya sebagai pelopor pembangunan yang memiliki empati dan kepedulian yang tinggi pada mereka yang belum beruntung, yakni kaum mustad’afin (kelompok lemah). Empati dan kepedulian tersebut bukan sekadar panggilan negara, melainkan juga karena panggilan agama seperti yang dikatakan sebuah hadis Nabi, yakni “ Khoirukumánfaúhumlinnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat manusia).

“Satu hal yang penting untuk diingat adalah bahwa yang menyatukan kita semua dalam KAHMI adalah identitas keislaman kita. Profesi-profesi kita beragam, kita memiliki chemistry atau ikatan batin yang sama, yakni bahwa kita memiliki nilai-nilai agama yang sama yang harus menjadi panduan hidup kita sebagai orang yang beragama, yakni Islam. Sekadar untuk diingat kembali, tujuan utama lahirnya HMI (KAHMI) selain untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat Rakyat Indonesia, juga untuk menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam,” tandasnya.

Semoga gaung perjuangan KAHMI Kuningan ke depan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat Islam, bangsa dan negara. Dirinya berharap kepada kelima presidium terpilih dapat menjadi generasi yang siap menerima estafet kepemimpinan kahmi kedepan dengan memegang teguh kepada komitmen terhadap organisasi melalui lima pesan penting.

Pertama, menuntaskan pembangunan sekretariat KAHMI dalam rangka meningkatkan sarana melatih intelektual kader KAHMI. Kedua, mewujudkan sinergitas, soliditas dan solidaritas antar sesama anggota KAHMI. Ketiga, menjadi perekat ukhuwah adik-adik HMI.

“Lalu keempat, menciptakan kader muda KAHMI dalam meningkatkan skill dalam bidang akademis dan entrepreneur. Dan kelima, tidak menjadikan KAHMI sebagai kendaraan politik praktis demi kepentingan pribadi dan golongan,” pesannya.

Sementara itu, kelima presidium terpilih untuk menakhodai organisasi alumni HMI lima tahun kedepan, diantaranya, Dr. Iskandar Hasan, MM, dr. Deki Syaifullah, M.M.Kes, Diding Wahyudin, S.Pd., M.AP, Dr. Fahruz Zaman Fadhly, M.Pd., dan Nanan Abdul Manan, M.Pd. (deden)