Jadi Lambang Daerah, Bagaimana Sejarah Bokor?

KUNINGAN (MASS)- Bokor kuning menjadi salah satu lambang daerah Kuningan. Bahkan, kuda bersama  bokor kuning bersama diabadikan oleh pemerintah dengan sebuah patung  di Taman Kuda. Sedangkan bokor di pasang di Bunderan Cijoho.

kuninganmass.com sendiri mencoba menggali sejarah terkiat bokor kuning. Namun, dari beberapa referensi tidak ada keterang yang pasti.

Sementara dalam narasi lambang daerah, bokor kuning ditulis melambangkan sejarah lahirnya Sang Adipati Kuningan yang kemudian menjadi kepala pemerintahan pertama di Kuningan pada tanggal 1 April 1498. Bokor Kuning diartikan juga sebagai lambang lahirnya Pemerintah Kabupaten Kuningan pada tanggal 1 September 1498.

Sementara pamerhati sejarah Kuningan Nding Masku, menyebutkan, jangan pernah menanyakan bokor asli apakah ada di Kuningan atau tidak, karena bokor di bawa ke Cirebon.

“Semua barang bawaan Putri Ong Tin Nio dari Negara Campa (Indo China) tidak disimpan di Kuningan,” jelasnya kepada kuninganmass.com.

Meski bokor di bawa ke Cirebon, Nding menyebutkan terkait sejarah bokor sulit di gali karena terkait bokor masuk ke ketagori “babad peteng”. Disebut babad peteng  karena tidak ada keterangan terkait tulisan yang menerangkan masalah bokor.

“Sebab tidak masuk akan kalau manusia hamil keluar besi bukan bayi. Bagaimana mengeluarkannya,? Karena dianggap aib  sinuhun pamuka agama Islam jadi ditutup, nu matak bokor mah poekeun,” ujarnya dengan bahasa Sunda.

Hal ini lanjut dia, diakui oleh Cirebon. Untuk itu masalah bokor jangan diungkit lagi sejarahnya.  Ia menilai masalah bokor adalah politik Cirebon. Sebab, sudah memecah antar Arya Kemuningan dengan Ki Gedeng Luragung yang merupakan adiknya.(agus)

 

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com