Dua Kancana, Satu Nama dan Bertetangga, Tapi Beda Desa

KUNINGAN (MASS) – Selalu ada hal menarik tentang nama-nama sebuah daerah. Begitu juga dengan nama Kancana, yang hampir di setiap tempat ada.

Lebih menariknya lagi, nama Kancana yang berada di dua desa di Kecamatan Subang. Pasalnya, nama tersebut digunakan oleh dua dusun yang secara tempat bertetangga dan berdekatan, namun terpisah secara administrasi, yakni masuk Desa Bangunjaya dan Desa Gunungaci.

baca juga berita sebelumnya: https://kuninganmass.com/government/di-kuningan-banyak-desa-kembar-unik-dan-mirip-sudah-tahu/

Saat ini, dusun yang terletak cukup jauh dari kedua pusat desanya masing-masing tersebut, biasnaya dibedakan masyarakat setempat dengan istilah penamaan air sungai, girang dan hilir. Selain penamaan tersebut, tidak ada yang membedakan nama kedua dusun tersebut, selain diberikan nama tambahan sesuai desanya masing-masing.

Secara geografis dari Desa Bangunjaya, Dusun Kancana sendiri merupakan wilayah utara yang berbatasan dengan Desa Gunungaci dan Desa Kutawaringin Kecamatan Selajambe. Sedangkan Kancana Desa Gunungaci, merupakan wilayah bagian Selatan yang juga berbatasan dengan Desa Bangunjaya.

Nama Dusun Kancana sendiri, menurut keterangan salah satu tokoh  Hadili Hasibuan, merupakan refleksi dari bahasa jawa Kanca-na, konco-ne, yang artinya teman, bersahabat. Karena Dusun Kancana selalu membuat para pendatang betah berlama-lama di Dusun Kancana karena tipikal masyarakatnya yang ramah dan santun, serta saling menjaga dan menghormati siapapun.

Namun perihal satu nama dipakai di dua dusun yang berdekatan, tetapi terpisah desa, banyak disebutkan masyarakat karena dulunya satu wilayah, sebelum akhirnya dipisah.

Salah satu cerita yang cukup popular adalah adanya cerita tentang pendatang yang ikut bermukim di Dusun Kancana. Semakin lama, karena budayanya berbeda sempat terjadi ketegangan, perluasan dan pemindahan/pemisahan wilayah Kancana merupakan antisipasi hal tersebut.

Cerita lain yang berbedar tentang pemisahan wilayah tersebut karena kekeluargaan dua penguasa, yakni wilayah yang kini menjadi Desa Gunungaci dan Desa Bangunjaya. Konon, salah satu dari penguasa tersebut membutuhkan lahan dan meminta/meminjam tanah pada saudaranya.

Alhasil, yang diberikan adalah sebagian wilayah Kancana.Meski demikian, hal itu cerita yang beredar itu tidak mutlak dipercayai semua kalangan.

Mantan Sekertaris Desa Gunungaci , Eko Darkim, menyebut Kancana yang ada di desanya sejak 16 periode pemerintahan berjalan sudah termasuk di wilayahnya. Menurutnya, Dusun Kancana itu bukanlah pembagian wilayah, murni perebutan nama saja.

Menurutnya, tidak boleh ada klaim sepihak lebih dulu mana, diterima saja sebagai sebuah persamaan sejarah. Karena banyak sejarah tersimpan dari penamaan dua dusun tersebut. (eki)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com