Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Desa

Soal Bansos, Mahasiswa Singgung Anggota Dewan Kemana Saja

KUNINGAN (MASS) – Mahasiswa asal Kuningan Haerul Jamal mempertanyakan peran DPRD Kuningan, khususnya dalam kasus bansos yang tengah ramai diperbincangkan belakangan ini. Jamal, mengatakan hal tersebut pada Rabu (23/2/2022) sore.

“Saya sangat menyayangkan ada kabar bahwa DPRD selaku wakil rakyat sampai tidak tau masalah pendistribusian dana bansos ini. Padahal Mereka adalah pejuang aspirasi masyarakat, juga selaku pengawas berbagai program pemerintah, timbul pertanyaan besar, kemana saja mereka (DPRD) sampai isu di lapangan  semacam ini mereka tidak tau menau,” ujarnya.

Menurutnya, selain pemerintah desa selaku garda terdepan pelayanan masyarakat, peran pejabat publik tingkat daerah pun harus serius mengawal pendistribusian bansos ini. Jamal jadi curiga, apakah mungkin para pejabat yang dimaksud, sudah jarang menyambangi masyarakat, berbanding terbalik dengan ketika hendak ada pemilu.

Baca sebelumnya : https://kuninganmass.com/atm-dan-pin-dititipkan-ketua-komisi-iv-baru-tahu/

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jamal sendiri, mengatakan hal tersebut sesaat setelah berkomentar panjang lebar perihal pendistribusian dana bansos. Menurut Jamal, pendistribusian yang dilakukan melalui ATM sejatinya memiliki beberapa kelemahan diantaranya, bagi beberapa kalangan seperti lansia dan masyarakat awam, proses penarikan ATM menjadi hal yang cukup sulit. Ditambah dengan bagi beberapa desa akses terhadap bank dan ATM yang memakan jarak cukup jauh.

“Hal ini membuat beberapa pihak mungkin berinisiatif untuk membantu proses pencairan bansos dengan cara pencairan secara kolektif. Sekali jalan, bansos dari banyak orang bisa langsung dicairkan. Teknis ini, mungkin datang dari inisiatif beberapa masyarakat, tidak ada di SOP atau peraturan pemerintah yang mengatur hal ini,” imbuhnya.

Namun akhir-akhir ini, menyeruak isu tentang penyelewengan dana bansos karena ATM dan PIN dititipkan. Menurut Jamal, bisa jadi ini hanya masalah miskomumikasi, lemahnya komumikasi antara pemerintah desa,  agen, dan penerima bansos.

“Bisa jadi banyak di desa-desa seluruh Kuningan, masyarakat awam seperti lansia tidak mengetahui soal teknis pendistribusian dana bansos ini, sehingga tidak bisa diakui rawan terjadi penyelewengan,” tuturnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Termasuk jika ada sisa dana Bansos yang di belikan barang untuk kemaslahatan masyarakat, lanjut Jamal, hendaknya berkomunikasi dulu dengan penerima bansos dan pemerintah setempat. Harus dilakukan musyawarah terlebih dahulu bahwa ada sisa dana dan disepakati bersama untuk membeli barang yang dibutuhkan masyakat. Hal ini karena masalah dana itu sensitif, apalagi milik bersama, harus benar-benar transparan dan terbuka.

Bantahan DPRD : https://kuninganmass.com/bantah-tidak-peka-perihal-bansos-zul-bilang-begini/

Menurutnya, penitipan PIN dan ATM Bansos mungkin tidak masalah, selagi niatnya membantu masyarakat dalam pencairan bansos. Yang penting, lanjutnya, harus ada konfirmasi dan komunikasi dengan penerima bansos mengenai jumlah dana real bansos, kapan bansos cair, dan bila ada biaya admin dan sebagainya, harus komunikasi dengan penerima serta dengan pemerintah desa setempat agar terjadi transparansi dan tidak menimbulkan kisruh.

“Niat baik dan inisiatif perlu disertai dengan cara yang baik, yaitu komunikasi dan keterbukaan antara pemerintah desa, agen, dan penerima bansos. Terutama pemerintah desa sebagai garda terdepan pelayan masyarakat desa, harus jeli mengawal pendistribusian dana bansos  agar tepat sasaran dan tidak diselewengkan oleh pihak tak bertanggung jawab yang mencari keuntungan dari dana bansos ini,” ucapnya di akhir. (eki)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Trending

You May Also Like

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Suasana berburu takjil di Jalan Soekarno, Kelurahan Purwawinangun, tepatnya di simpang empat Jalan Pramuka arah Tugu Bola Dunia, tetap ramai menjelang...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Pada Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, Kamis (26/2/2026) kemarin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadiskatan), Dr...

Hukum

KUNINGAN (MASS) – Selama 10 hari pertama bulan suci Ramadan, Polres Kuningan meningkatkan intensitas patroli malam untuk menekan aksi balap liar dan potensi tawuran...

Kesehatan

SURAKARTA (MASS) – Masyarakat kini dapat menyampaikan aduan terkait pelaksanaan program MBG melalui kanal Sahabat Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) 127. Layanan ini disediakan...

Headline

JAKARTA (MASS) – Temuan roti berjamur, buah busuk dan berbelatung, lauk basi, telur mentah atau busuk, hingga menu yang dinilai tidak sesuai standar kualitas...

Religi

KUNINGAN (MASS) – Untuk menjalankan misi dakwah dan pengabdian masyarakat dalam program tahunan, Pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri Provinsi Jawa Timur, menggelar program bartajuk...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Suasana di depan Mapolres Kuningan pada Sabtu (28/2/2026) sore nampak berbeda menjelang waktu berbuka puasa. Sejumlah pengendara motor yang melintas tiba-tiba...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Sungguh tak beruntung Frisca Meilan Dwi Lestary. Motor Honda Beat nopol E 4271 YAU tahun 2019 berwarna merah hitam miliknya, raib...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Tumpukan sampah menggunung hingga luber di pinggir Jalan Sindangsari–Cijoholandeuh pada Kamis (26/2/2026) kemarin. Meski nampak ada tempat khusus sampah, volumenya yang...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Halaman Balai Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, Kamis (26/2/2026) kemarin menjadi langkah nyata pemerintah daerah...

Pemerintahan

‎‎KUNINGAN (MASS) – Memasuki satu tahun masa kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan di bawah nahkoda Dian-Tuti, Komite Pemuda Asli Kuningan (Kompak) menyampaikan evaluasi kritis...

Ekonomi

KUNINGAN (MASS) – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) ke-4 yang digelar di Desa Babakanreuma pada hari Kamis, (26/2/2026). Acara...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai akhirnya buka suara perihal polemik penyadapan getah pinus di kawasan konservasi. Dalam rilis resmi yang dikeluarkan...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Tren surplus beras di Kabupaten Kuningan meningkat dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, surplus beras mencapai 93 ribu ton. Angka tersebut...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Jika sebelumnya profesi petani tak dijamin asuransi secara khusus, kini sebanyak 40.000 petani di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat ditargetkan memperoleh...

Inspirasi

KUNINGAN (MASS) – Suasana penuh khidmat menyelimuti lingkungan Ponpes Terpadu Al-Multazam ketika Kepala Lembaga Tahfidz Al-Qur’an, Ust. Misbahudin, menuntaskan tasmi’ Al-Qur’an 30 juz, Kamis...

Pemerintahan

KUNINGAN (MASS) – Sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, Koramil 1505/Ciwaru melalui Babinsa Desa Citikur menggelar kegiatan karya bakti, Kamis (26/2/2026) pagi. Kegiatan...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Tak sedikit Kepala desa di Kabupaten Kuningan mengeluhkan pemotongan dana desa (DD) yang sebelumnya bisa mencapai satu miliar per desa, kini...

Insiden

KUNINGAN (MASS) – Petugas UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan bergelut selama kurang lebih 45 menit untuk mengevakuasi seekor ular jenis sanca yang ditemukan di...

Nasional

KUNINGAN (MASS) – Pada Pelantikan Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kuningan periode 2025-2030 yang berlangsung di Pendopo Kuningan, Rabu...

Desa

KUNINGAN (MASS) – Setelah acara Rakor percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pemda Kuningan, Rabu (25/2/2026), Letkol Hafda Prima Agung, Dandim 0615/Kuningan,...

Ragam

KUNINGAN (MASS) – Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Kuningan periode 2025-2030 resmi dilantik di Pendopo Kuningan, Rabu (25/2/2026) sore....

Headline

KUNINGAN (MASS) – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPC PERMAHI) Kabupaten Kuningan melakukan audiensi resmi dengan Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan baru-baru...

Headline

KUNINGAN (MASS) – Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy SE sangat menyesalkan terhadap tata kelola Makanan Bergizi Gratis di Kabupaten Kuningan. Pasalnya, berbagai kasus...

Netizen Mass

KUNINGAN (MASS) – Program Makan Bergizi (MBG) dirancang untuk menjamin pemenuhan standar gizi, kualitas bahan makanan, serta pengelolaan anggaran yang efisien sesuai dengan petunjuk...

Nasional

JAKARTA (MASS) – Anggaran bahan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan bukan sebesar Rp15.000 per porsi. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan, alokasi...