KUNINGAN (MASS) – Sebagai sekolah swasta, SMA Telkom Sekar Kemuning ditunjuk sebagai Sekolah Maung (Manusia Unggul) di Kota Cirebon. Berkat pengelolaan yang baik selama ini, SMA Telkom Sekar Kemuning dapat berdampingan dengan SMAN 2 di kota tersebut untuk menjalankan program pendidikan yang digagas KDM.
Dari keterangan yang dihimpun Kuningan Mass, penunjukan SMA Telkom setelah melalui proses verifikasi Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X Jawa Barat. Pihak sekolah telah menyiapkan 5 ruang kelas khusus dengan kapasitas maksimal 100 siswa. Ini artinya, tiap kelas hanya akan diisi maksimal 20 siswa.
“Pembatasan jumlah siswa di kelas ini diyakini akan membuat proses pembelajaran lebih efektif, karena pengawasan karakternya lebih optimal dan interaksi peserta didik dengan guru lebih intensif,” ujar Kepala SMA Telkom Sekar Kemuning, Maya Widiawati SPd, Sabtu (30/5/2026).
Selain kapasitas, Maya juga mengatakan, sekolah yang dipimpinnya mengandalkan fasilitas pembelajaran berbasis digital. Setiap ruang kelas dilengkapi AC, Smart TV, serta perangkat tablet yang digunakan peserta didik dalam proses belajar.
Sistem pembelajaran pun tak lagi sepenuhnya berbasis kertas. Pengumpulan tugas harian dilakukan melalui platform digital yang terintegrasi dalam Student Digital Portfolio (SDP). Dokumen akademik siswa tersimpan secara terpusat dalam server sekolah sehingga memudahkan monitoring perkembangan belajar.
“Kami menilai konsep digital learning tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan modern yang menuntut siswa lebih adaptif terhadap teknologi,” kata Maya.
Untuk kurikulum, imbuhnya, diselaraskan dengan SMAN 2 Cirebon. Pihaknya akan melakukan sinkronisasi kualitas kurikulum dan program pembelajaran dengan sekolah tersebut.
“Salah satu penguatan yang disiapkan adalah program wajib Four Skills English yang fokus pada kemampuan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis,” terangnya.
SMA Telkom Sekar Kemuning Cirebon ini dibawah naungan Yayasan Miftahul Ulum. Pembina yayasan tersebut, Otong Iip SE MM, yang kebetulan putra Kuningan. Sebagai pembina, ia merasa gembira sekaligus bangga atas penunjukan sekolahnya oleh Pemprov Jabar.
“Karena ini akan meringankan peserta didik yang terbebani biaya pendidikan di sekolah swasta. Dalam kebijakan ini ada komitmen bantuan biaya pendidikan dari Pemprov Jabar. Subsidi tersebut dirancang untuk membantu menekan biaya bulanan terutama pembayaran SPP melalui skema Sekolah Swasta Kerja Sama dalam program Sekolah Maung,” jelas Otong Iip. (deden)