SIDEGI Hadir, Pelayanan Administrasi Desa Muncangela Mulai Beralih ke Digital

KUNINGAN (MASS) – Pelayanan administrasi di Desa Muncangela, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, mulai diarahkan ke sistem digital melalui penerapan SIDEGI (Sistem Digital Informasi Desa Terintegrasi) dan Anjungan Desa.

Inovasi ini diperkenalkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Kuningan melalui kegiatan launching yang berlangsung di Bale Desa Muncangela.

Kehadiran SIDEGI menjadi upaya untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi sekaligus mengakses layanan administrasi desa. Platform berbasis website tersebut mengintegrasikan berbagai informasi desa dalam satu sistem yang dapat diakses melalui smartphone maupun komputer.

Ketua kelompok Tim PKM-PM, Dika Suganda, mengatakan SIDEGI dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan desa yang lebih praktis dan mudah diakses.

“Melalui SIDEGI, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi desa, mulai dari kegiatan, statistik masyarakat, informasi anggaran, hingga pelayanan administrasi surat secara digital,” ujar Dika, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, fitur pelayanan surat secara digital memungkinkan masyarakat mengajukan kebutuhan administrasi tanpa harus selalu datang langsung ke kantor desa. Sistem tersebut diharapkan dapat memangkas proses yang selama ini membutuhkan waktu dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan.

Tak hanya menyediakan platform digital, Tim PKM-PM Universitas Kuningan juga menghadirkan Anjungan Desa sebagai fasilitas pendukung. Fasilitas ini ditujukan bagi warga yang belum memiliki perangkat pribadi atau masih membutuhkan akses langsung untuk menggunakan layanan digital.

Dengan Anjungan Desa, masyarakat dapat mengakses SIDEGI melalui perangkat yang telah disediakan di lingkungan desa. Keberadaan fasilitas tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan dan membiasakan masyarakat menggunakan teknologi dalam mengakses pelayanan publik.

Penerapan SIDEGI dan Anjungan Desa tidak hanya menitikberatkan pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada keberlanjutan pemanfaatannya oleh pemerintah desa dan masyarakat. Sistem ini diharapkan dapat membantu aparatur desa mengelola administrasi secara lebih efektif, terorganisir, dan terintegrasi.

Melalui program PKM-PM ini, mahasiswa Universitas Kuningan turut mengambil peran dalam mendorong transformasi pelayanan publik di tingkat desa. Desa Muncangela diharapkan dapat memanfaatkan SIDEGI secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Universitas Kuningan melalui program PKM-PM dalam mendorong pemanfaatan teknologi di tingkat desa,” pungkasnya. (didin)