Siasati Kekeringan, Rela Rogoh Kocek Mandiri Bikin Sumur Baru, Segini Estimasi Biayanya

KUNINGAN (MASS) – Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di berbagai daerah memaksa warga untuk mencari jalan keluar secara mandiri. Di Desa Cijagamulya, Kecamatan Ciawigebang, krisis air bersih tak hanya mengganggu kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mengancam kelangsungan usaha warga.

Kondisi sulit tersebut mendorong salah seorang warga Rohmat mengambil langkah nekat dengan menggali sumur baru di area pekarangannya. Langkah tersebut terpaksa diambil demi memastikan pasokan air bersih di rumahnya tetap mengalir dan kegiatan usahanya tidak gulung tikar.

“Iya saya terpaksa harus membuat sumur lagi agar bisa mencukupi kebutuhan air di rumah dan usaha,” ujarnya secara tegas saat ditemui di lokasi penggalian, Senin (7/9/2026).

Untuk menghemat pengeluaran, proses penggalian sumur dikerjakan secara manual dengan mempekerjakan dua orang tukang gali lokal. Sistem pengupahan dilakukan secara harian, di mana masing-masing pekerja dibayar sebesar Rp150 ribu per hari.

“Saya bayar dua orang penggali sumur Rp150 ribu per orangnya. Jadi untuk satu hari ongkos dua pekerja itu Rp300 ribu,” tuturnya.

Proses pengerjaan sumur hingga menemukan titik sumber air bersih memakan waktu kurang lebih selama satu minggu. Secara keseluruhan, total biaya yang dihabiskan untuk proyek sumur mandiri ini menembus angka lebih dari Rp 2,1 juta.

“Total pengeluaran sekitar Rp2,1 juta kotor. Itu belum termasuk uang makan harian, kopi, wedang, dan konsumsi pekerja,” pungkasnya. (raqib)