Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Headline

Sejarah Nama Tanjakan Dablu di Cigugur

KUNINGAN (MASS) – Kalau anda melintas ke arah Gunungkeling dari Arah Cigugur atau Sukamulya pasti melintas ke tanjakan yang cukup ektrem.

Banyak warga mengenalnya dengan sebutun Tanjakan Dablu. Tanjakan ini saking ektremnya banyak yang mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia.

Kecelakaan kerap terjadi dari dua arah, baik yang akan menanjak maupun menurun. Sehingga ketika melintas ke tanjakan atau turunan pengendara lebih hati-hati.

Dalam tulisan kuninganmass.com ingin mengungkap sejarah penamaan tanjakan Dablu. Kuninganmass.com mendapatkan dua versi terkait nama tanjakan ini.

Namun versi yang kedua kuninganmass.com ambil. Ternyata nama Dablu itu merupakan panggilan  kepada Tatang Hidayat yang merupakan warga asli lingkungan Pahing Cigugur atau tepatnya depan Fajar Toserba Cigugur.

Disebut dablu karena Tatang dulunya adalah gendut atau gemuk. Bagi pengendara nama Tatang bak pahlawan karena ia kerap membantu pengendara khusus truk yang akan melintas.

Dengan rute tanjakan yang ektrem, Dablu mengatur arus lalu litas. Jasa ini membuat para supir merasa terbantu, sehingga mereka merasa senang.

Ia pun nyaris setiap hari membantu di belokan dekat dengan tukang ojek. Dari jasanya itu, kadang supir memberikan rokok dan uang recehan sebagai tanda terima kasih.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Ternyata sejak November 2020 sosok itu tidak terlihat lagi karena meninggal dunia. Banyak yang kehilangan sosok yang kerap membantu itu.

“Belum genap 100 harinya meninggal juga. Paling dua bulanan,” ujar Rudi Susanto warga setempat kepada kuninganmmass.com, pada tanggal 30 Desember 2020.

Diterangkan, karena sering membantu, pada saat meninggal banyak yang melayat. Ternyata, uang rokok yang sering diberikan oleh para supir itu, tidak dibawa pulang semua.

Ia bagikan kepada anak-anak sekitar yang ingin jajan. Kebaikan ini yang selalu dikenang oleh warga.

“Nya memang almarhum sosok bageur. Lamun aya barudak sok ngariung payunen tukang dagang sok diparasihan, nya meren da aya artos tinu sok marasihan artos ti aktifitas ngatur lalin di tanjakan eta,” jelas Rudi yang merupakan pegawai BNNK Kuningan itu.

Selamat jalan Tatang Dablu. Kebaikanmu akan selalu dikenang dan nama tanjakan itu akan abadi. (agus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

PD

PKB

Advertisement
Advertisement

Bank Kuningan

Advertisement

You May Also Like

Business

CILIMUS (MASS) – Pada Jumat (6/5/2022) malam kemarin, Coffee and Resto Saung Tengah Sawah di Desa Linggaindah Kecamayan Cilimus, resmi di-launching secara resmi. Kedai...

Incident

KUNINGAN (MASS) – Kecelakaan laka lantas di Jalan Baru Lingkar Timur yang melibatkan dua kendaraan, tidak memakan korban jiwa. Hal itu dipastikan Kapolres Kuningan...

Religious

KUNINGAN (MASS) – Keluarga Alumni Pondok Pesantren Al-Mutawally (KAPPA), menggelar halal bi halal dengan tema “Membangun Ukhuwah Makhluqiyah, Memperkuat Soliditas, Mengasah Solidaritas Alumni” pada...

Religious

MALEBER (MASS) – Sebanyak 285 anak yatim dan dhuafa, mendapatkan santunan dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Hikmatul Islam Desa/Kecamatan Meleber, Sabtu (23/4/2022) kemarin. DKM,...

Advertisement