KUNINGAN (MASS) – Selain melakukan penandatanganan kerja sama dengan BPJS Kesehatan, Jumat (8/5/2026) pagi ini, RS KMC Luragung juga meluncurkan program sosial bernama Srikandi.
Program tersebut merupakan inisiatif yang digagas bersama pemerintah dan BPJS Kesehatan sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR) rumah sakit untuk membantu masyarakat kurang mampu yang belum masuk kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah.
Direktur Utama PT Pilar Mandiri Kuningan, Otong Iip, mengatakan program itu akan memberikan bantuan pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Kuningan.
“Program ini adalah CSR dari rumah sakit untuk membantu masyarakat yang kurang mampu namun terkendala tidak masuk ke fasilitas PBI yang dibayar oleh pemerintah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahap awal pihaknya menargetkan sebanyak seribu warga mendapatkan bantuan pembayaran iuran BPJS dari dua rumah sakit yang berada di bawah naungan PT Pilar Mandiri Kuningan, yakni RS KMC Luragung dan RS KMC Kuningan.
“Kami berinisiatif tahun ini memberikan bantuan biaya rutin bulanan kepada seribu masyarakat Kuningan untuk dua rumah sakit, RS KMC Luragung dan RS KMC Kuningan yang akan berjalan secara bertahap,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, rumah sakit secara simbolis menyerahkan bantuan kepada sepuluh warga dari sepuluh desa di wilayah Luragung.
Otong menjelaskan bantuan yang diberikan berupa pembayaran iuran BPJS Kesehatan sehingga masyarakat penerima manfaat tidak lagi terbebani biaya iuran bulanan, namun tetap mendapatkan fasilitas layanan kesehatan BPJS.
“Berupa bantuan pembayaran iuran BPJS. Jadi masyarakat yang mendapatkan fasilitas ini tidak perlu membayar iuran, tapi tetap mendapat fasilitas BPJS,” jelasnya.
Dikatakan, BPJS tersebut direncanakan berjalan selama satu tahun. Meski demikian, pihak rumah sakit akan melakukan evaluasi setiap tiga bulan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“Karena jangan sampai ada masyarakat yang lebih membutuhkan sementara yang ini tidak terpakai. Jadi nanti bisa dialihkan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, pihak rumah sakit akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menentukan masyarakat yang layak menerima bantuan.
Untuk tahap awal, program Serikandi difokuskan bagi masyarakat wilayah timur Kuningan, khususnya sekitar Luragung. Namun ke depan cakupan penerima bantuan akan diperluas menyesuaikan wilayah layanan kedua rumah sakit.
“Pertama kali kita sekitar Luragung, nanti karena kita punya dua rumah sakit, akan dibagi wilayahnya. Yang timur melalui Luragung, nanti yang barat dan utara melalui KMC Kuningan,” pungkasnya. (didin)