KUNINGAN (MASS) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan bakal segera melakukan pengisian untuk sekolah-sekolah yang masih mengalami kekosongan kepala, baik untuk tingkat PAUD, SD hingga SMP. Saat ini, masih jumlah sekolah yang mengalami kekosongan Kepsek diperkirakan sekitar 56.
Kekosongan Kepsek ini, diamini Kepala Disdikbud Kuningan Dr Elon Carlan. Sejak menjabat di Disdikbud pada bulan Februari 2026 lalu, Elon mengiyakan kekosongan itu banyak, dan terus dilakukan pengisian. Bahkan, selama rentan waktu Februari-September, pihaknya sudah melakukan tiga kali seleksi bakal calon Kepsek.
“Yang sekarang yang terakhir ini itu semua akan terisi, karena kekosongannya tinggal TK 2 sekolah, kemudian SD itu 50 sekolah, SMP itu 4 sekolah. Jadi sekarang sedang berproses, mungkin ya seminggu ke depan sudah bisa dilakukan pelantikan untuk pengisian,” kata Elon, dalam podcast Kuningan Mass yang tayang di YouTube.
Jadi tahun ini, kata Elon, sekolah yang kekosongan kepala akan terisi semua, meskipun Elon juga mengamini akan segera terjadi kekosongan kepala lagi, karena ada juga Kepsek pensiun tahun depan. Namuin yang Elon pastikan, pengisiasn Kepsek kedepan, polanya akan berbeda. Dimana ada sekolah kosong akan segera dilakukan pengisian.
“Kalau ada yang kosong tidak akan d dinanti-nanti, karena seleksi kepala sekolah itu kan ada nonreguler. Nonreguler itu pemerintah pusat menyerahkan ke daerah gitu iya. Jadi artinya mudah sebetulnya, tidak usah harus menunggu numpuk gitu. (Misal) ada lima sekolah yang kosong, kita lakukan seleksi (untuk lima sekolah) lantik gitu,” tegasnya.
Dengan begitu, sekolah tidak akan terlalu lama dipimpin oleh pelaksana tugas Kepsek. Sekolah juga tidak akan terlalu lama mengalami kekosongan jabatan Kepsek.
“Ya sebetulnya apa sih, seleksi kepala sekolah juga tidak mahal kan gitu, artinya tidak usah memungut biaya apapun kan begitu, karena harus untuk membiayai apa gitu,” jawab Elo, disinggung soal biaya pengangkatan Kepsek.
Adapun soal rumor kalo mau jadi Kepsek harus berbiaya, Elon membantah. Ia yakin, entah masa kepemimpinannya atau Kepala Disdikbud sebelumnya, rumor tentang calon Kepsek harus mengeluarkan biaya, hanya isu belaka, atau mungkin human error di bawah. Elon memastikan lagi, menjadi kepala sekolah itu tidak berbiaya.
Ditanya apakah minat menjadi Kepsek itu besar atau tidak? Elon menjawab sebenarnya begitu besar. Tapi perlu diketahui, jelas Elon, bahwa PNS Disdikbud ini makin berkurang karena rasio pensiun dengan pengangkatan tidak seimbang. Elon mengakui, cukup sulit mencari calon kepala sekolah karena PNS-nya mulai berkurang.
Dimana, PNS pensiun guru rasionya tidak seimbang dengan pengangkatan guru PNS. Sementara, kewenangan pengangkatan PNS sendiri ada di Pemerintah Pusat. Elon mengakui, kekurangan guru itu masih jadi masalah yang belum bisa ditangani oleh Pemerintah Daerah, karena memang kewenangannya ada di Pemerintah Pusat. (eki)
