KUNINGAN(MASS) – Selain membahas antisipasi kemarau, Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Kabupaten Kuningan yang digelar di Ballroom Arya Kemuning, Gedung Setda Kabupaten Kuningan, Rabu (13/5/2026) kemarin juga menghasilkan keputusan strategis terkait kesehatan masyarakat.
Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan secara resmi mengumumkan akan memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lima kecamatan yang menjadi prioritas penanganan stunting. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani SH MKn.
“Iya itu ada 5 kecamatan yang angka stunting nya masih tinggi,” tuturnya saat ditemui pasca rakor.
Wabup Tuti menegaskan langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan program sampai ke tangan yang tepat. “Kami menekankan peran MBG untuk 3B itu harus betul diawasi,” tegasnya.
Menurutnya, program pemberian makanan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan intervensi medis dan gizi yang harus memberikan dampak nyata pada perubahan fisik dan kesehatan anak-anak di Kuningan.
“Karena masa iya setelah ada MBG stunting masih tetap tinggi itu sangat luar biasa,” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah berencana akan mengetatkan lima kecamatan yang memiliki rapor merah atau angka stunting yang masih memprihatinkan. “Iya nanti kedepan kami akan memperketat,” pungkasnya. (raqib)