KUNINGAN (MASS) – Milad merupakan momen penting bagi Yayasan Husnul Khotimah Kuningan. Tidak sekadar perayaan bertambahnya usia, milad menjadi ajang bagi seluruh civitas akademika untuk mengenang jasa para pendiri yayasan. Lebih dari itu, momen ini juga menjadi ruang evaluasi diri sekaligus sarana mempererat kebersamaan dalam keluarga besar Yayasan Husnul Khotimah (YHK) Kuningan.
Salah satu rangkaian kegiatan dalam Milad ke-32 YHK adalah Lomba Ranking 1 yang diikuti oleh para pegawai. Lomba ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghadirkan soal-soal seputar sejarah yayasan dan peraturan kepegawaian. Dengan demikian, para pegawai diajak untuk lebih dekat dan mengenal YHK secara lebih mendalam. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Peserta lomba merupakan perwakilan dari setiap urusan dan unit, dengan jumlah kurang lebih 100 orang.
Berbagai rangkaian kegiatan dalam Milad YHK ke-32 juga memiliki fungsi yang lebih luas dan mendalam. Tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk penguatan, baik secara internal maupun eksternal.
Pertama, sebagai ajang muhasabah dan evaluasi perjalanan. Milad menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang YHK dalam dunia pendidikan, menilai capaian yang telah diraih, serta merencanakan langkah perbaikan ke depan. Sebagaimana diketahui, proses pendirian YHK tidaklah mudah. Banyak rintangan yang harus dilalui hingga akhirnya yayasan ini berdiri pada tahun 1994. Oleh karena itu, milad menjadi pengingat bahwa tugas generasi saat ini adalah melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pendiri, dengan terus berkhidmat penuh keikhlasan, sehingga nilai dakwah dan tarbiyah senantiasa melekat dalam diri setiap civitasnya.
Kedua, sebagai ajang tasyakur bin ni’mah. Usia 32 tahun bukanlah usia yang muda. Berbagai tantangan dan dinamika telah dilalui. Maka, milad menjadi momen yang tepat untuk bersyukur atas keberlangsungan YHK hingga hari ini. Bahkan, dari tahun ke tahun, YHK terus mampu mencetak santri dan mahasantri berprestasi, baik di bidang akademik maupun syar’i.
Ketiga, sebagai ajang silaturrahmi dan penguatan ukhuwah. Milad YHK menjadi ruang untuk mempererat hubungan antar civitas akademika, sekaligus menjalin kedekatan dengan wali santri, alumni, tokoh agama, dan masyarakat sekitar.
Keempat, sebagai ajang kepedulian sosial (aksi nyata). Setiap milad, YHK secara konsisten menghadirkan kegiatan sosial, seperti santunan anak yatim di desa-desa penyangga. Kegiatan ini merupakan wujud bakti sosial sekaligus bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kelima, sebagai ajang pengukuhan komitmen dan nilai. Milad menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran pesantren sebagai pilar dakwah, pendidikan, dan penjaga moral masyarakat. Dengan demikian, nilai dasar YHK, yakni dakwah dan tarbiyah, terus terjaga dan terinternalisasi dalam setiap elemen yang ada.
Dalam rangkaian kegiatan rangking 1, salah seorang pegawai menyumbangkan puisi inspiratif dan penuh makna sebagai kado indah dalam Milad ke-32 YHK.
Menjaga Amanah – Memperluas Kontribusi
Karya Nanan Kurniawan
Disini kita mulai.
Tempat yang indah.
Dihuni banyak penjaga kalammu.
Dari pagi hingga malam.
Alam begitu sempurna.
Menghadirkan suasana.
Aman damai.
Juga bahagia.
Mereka datang.
Penuh kegigihan.
Semangat menyala.
Mencari Tuhannya.
Tanpa disadari.
Jejak kaki pun berdiri.
Disini ya disini.
Penuh dengan niat suci.
Tangan mereka.
Kaki mereka.
Fikiran mereka.
Tumpah ruah saling bertautan.
Membawa secercah harapan.
Melayani peradaban.
Membentuk jiwa.
Yang penuh kematangan.
Jalan ini masih panjang.
Penuh aral yang merintangi.
Dihadapi dihayati.
Sepenuh hati nurani.
Mereka datang dan pergi.
Untuk mengabdi kepada negeri.
Namun amanah tetap dijaga.
Untuk memperluas kontribusi.
Selamat MILAD HK ku ke-32.
Berkah Lahir Bathin.
Insha Allah.
Berikut juara dalam Rangking 1 Milad ke-32 YHK
1. Nur Santi, S.E
2. Murniati, Lc., M.H
3. Arif Rahman Hakim, S.Pd.I
Secara keseluruhan, Milad YHK ke-32 bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk menguatkan peran yayasan dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual. Dari sinilah diharapkan lahir para da’i dan da’iyah yang siap mengemban visi dakwah dan tarbiyah di tengah masyarakat.
Oleh Husnul Khotimah
Panitia Ranking 1 dalam Milad ke-32 YHK