PBB dan NasDem Mau Merapat ke PDIP atau Gerindra?

KUNINGAN (MASS) – Menjelang pelantikan anggota DPRD Kuningan yang baru periode 2019-2024, penjajakan koalisi parlemen sedang dilakukan. PBB dan NasDem yang sama-sama punya 1 keterwakilan di parlemen daerah itu terendus hendak berkoalisi ke partai mana.

PBB misalnya, arah koalisi yang dulu akan “merapat” ke PDIP, nampaknya banting setir. Isu terbaru, partai besutan Yusril Ihza Mahendra tersebut di Kuningan bakal bergabung ke Fraksi Gerindra.

Kabar ini dilontarkan Ketua DPC Partai Gerindra Kuningan, H Dede Ismail. Saat ditanya wartawan menyangkut jatah ketua AKD (Alat Kelengkapan Dewan), ia menyebut PBB sudah ada pembicaraan untuk bergabung dengan fraksinya.

“Kebetulan PBB sudah bergabung dengan kita. Kemarin juga kita sudah lakukan komunikasi dengan NasDem tapi masih menunggu arahan dari DPW,” ungkap Dede, kandidat wakil ketua DPRD itu.

Saat dikonfirmasikan, Ketua DPC PBB Kuningan, Awang Dadang Hermawan belum memastikan koalisinya dengan Gerindra. Ia perlu konsultasi terlebih dulu ke DPW Jabar dan juga DPP.

“Masih dalam pembahasan. Saya perlu konsultasi ke DPW PBB Jabar, ke DPP PBB di Jakarta. In Shaa Allah akhir Agustus akan ada keputusan setelah saya ke Bandung dan ke Jakarta,” jelas Awang, Jumat (16/8/2019) pagi.

Ditanya pertimbangan dari rencana merapat ke Gerindra, ia menegaskan, Dede Ismail selaku ketua partai tidak sulit untuk komunikasi.

“Ketua Gerindra Bung Haji Dede Ismail itu sering ngontak komunikasi, silaturahmi, tidak sulit untuk komunikasi,” terang ketua partai yang kini tengah bersiap-siap menghadapi Muktamar V di Makasar 25-27 September tersebut.

Sedangkan untuk rencana koalisi NasDem, Ketua DPD Partai NasDem Kuningan, Hj Elit Nurlitasari mengatakan masih dalam pembahasan.

“NasDem sedang dan masih dalam pembahasan. Walau sudah ada beberapa partai yang melobby, karena ini adalah pertama kali saya mengambil keputusan koalisi jadi jangan sampai salah memilih,” kata Elit.

Lima tahun dalam satu tubuh bukanlah waktu yang sebentar harus dibangun sinergisitas dan saling menguntungkan. Ia menegaskan, satu kursi bukan berarti jadi pelengkap.

Sementara itu, hasil Pemilu 2019 Gerindra berhasil mengumpulkan 7 kursi sehingga mendapat jatah wakil ketua dewan, bersama PKS (7 kursi) dan PKB (6 kursi). Untuk posisi ketua, masih dipegang PDIP.

PPP memiliki 4 kursi sehingga bisa satu fraksi tanpa harus bergabung dengan fraksi lain. Beda halnya dengan PBB dan NasDem yang sama-sama hanya punya 1 kursi, kedua partai tersebut harus bergabung. (deden)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com