Anggota DPR RI Ini Latih Warga Berkebun Aquaponik

KUNINGAN (Mass) – Anggota DPR RI dari Fraksi PPP KH Asep A Maoshul Affandy memberikan pelatihan sistem pertanian aquaponik kepada warga Kabupaten Kuningan kemarin, Senin (26/12). Secara teliti, anggota dewan asal Tasikmalaya ini menjelaskan soal tata cara berkebun dengan konsep aquaponik yang hemat dan ramah lingkungan tersebut.

“Iya ini masih dalam rangka reses, dimana sebelumnya kalau anggota DPR itu identik dengan politik. Tetapi karena jenuh berbicara politik, makanya saya di reses sekarang memberikan kegiatan pelatihan Aquaponik agar tidak jenuh dan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ucap Anggota DPR RI dari Fraksi PPP KH Asep A Maoshul Affandy saat ditemui di lokasi pelatihan system pertanian aquaponik.

Dikatakan, warga yang kini mendapat pelatihan merupakan sejumlah pimpinan Pondok Pesantren di Kabupaten Kuningan, termasuk Ketua MUI KH Abdul Aziz Anbar Nawawi. Kegiatan pelatihan Aquaponik akan sangat bermanfaat dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya membuat sebuah kegiatan yang lebih bermanfaat, murah dan mudah dilakukan dengan mengadakan pelatihan tentang Aquaponik. Disamping ini juga saya kenalkan kepada para Kiyai tentang Hydroponik baik yang secara tetes maupun secara alir,” jelasnya.

Adanya Aquaponik tersebut, dirinya menilai bisa memberikan keindahan dari tata cara dan konsep berkebun. Bukan saja keindahan hijaunya, tapi juga ada keindahan gemercik air yang bisa menghasilkan sugesti untuk membawa ketentraman.

“Dalam Hydroponik juga ada sayuran-sayuran yang sangat bermanfaat untuk dikonsumsi. Ini juga sudah saya lakukan di rumah, minimal untuk kebutuhan dapur sudah terpenuhi, disamping itu juga ada nilai jual yang tinggi bisa dari sayurannya atau dari ikannya itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, masa pertumbuhan nantinya akan berlangsung cukup cepat akibat pergantian air yang mengalir dengan oksigen yang ada dalam saringan. Pelatihan ini merupakan salah satu sumbangsih yang diberikan, walaupun dari segi materi tak begitu besar namun diharapkan manfaatnya jauh lebih besar.

“Ini merupakan ide saya yang terbersit atas amanat Ayahanda saya KH Khoer Affandy, dalam bahasa Sunda mengatakan Euweuh taneuh nu angar, nu angar mah kokod sia (tidak ada tanah yang tandus, yang tandus itu tanganmu). Ini yang selalu menjadi inspirasi saya, ternyata tanpa tanah sekali pun ini bisa tumbuh subur, bata merah atau genting juga sebenarnya bisa dipakai,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com