Acep Sebut Belum Pikirkan Pilkada 2018

KUNINGAN (Mass) – Tak kurang dari dua tahun ini, Kabupaten Kuningan bakal menggelar pesta demokrasi Pemilukada pada Juni Tahun 2018 nanti. Namun, Bupati Kuningan H Acep Purnama SH MH yang digadang-gadang bakal manggung kembali pada Pilkada nanti, mengaku belum berpikiran jauh kearah sana.

“Aduh itu mah belum terpikirkan oleh saya. Masih lama. Sekarang sedang kerja dulu melaksanakan tugas,” kata Bupati Acep singkat saat dimintai keterangan persnya kemarin, Sabtu (5/11).

Terpisah, Wakil Ketua Bapilu Jabar sekaligus Ketua Fraksi Restorasi PDI Perjuangan DPRD Kuningan Nuzul Rachdy SE juga sempat dimintai komentarnya terkait Pilkada 2018 nanti. Bahkan, dirinya menyampaikan jika PDIP dapat kembali mengusung satu paket pasangan Cabup/Cawabup, karena kepemilikan 10 kursi di DPRD Kuningan.

“Ya bisa saja PDIP mengajukan satu paket, kan sekarang kursi di DPRD ada 10, sayaratnya 20 persen kan sudah masuk. PDIP jelas, sesuatu yang sudah didapatkan jangan dilepaskan, artinya posisi Bupati yang oleh PDIP sudah dapat ya jangan dilepas. Persoalan orangnya siapa ya itu mah nanti, yang penting PDIP banyak kader,” sebut Zul sapaarn akrabnya.

Ketika ditanya apakah ada kemungkinan mengusung calon petahana berpasangan dengan Ketua DPC PDIP saat ini yakni Rana Suparman SSos, Zul menyebut semua kemungkinan bisa terjadi.

“Semuanya mungkin. Tergantung hasil survey. Bukan tergantung pak Acep, tapi tergantung partai. Partai itu ada tingkatannya, ada kewenangan masing-masing,” katanya.

Menurutnya, kontestasi politik pada Pilkada 2018 nanti dipredikasi bakal ramai. Sebab, PDIP sendiri memiliki sistem dan mekanisme konsolidasi tersendiri.

“Siapapun yang mau maju bersifat terbuka, bukan monopoli seseorang atau kelompok. Kata kuncinya, apa yang sudah didapat jangan dilepaskan,” tandasnya.

Walaupun kebanyakan di daerah lain PDIP kerap mengusung calon petahana, dia mengelak jika dalam setiap momentum Pilkada PDIP melakukan hal serupa. “Yang penting itu, kata kuncinya yang sudah didapat jangan dilepas. PDIP tidak melulu main petahana, sebab ada juga yang tidak memajukan petahana. Nanti kita lihat saja, ada mekanismenya, bisa petahana bisa engga, itu kan situasional,” tegasnya.

Dalam menentukan calon, dia menilai banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Terlebih, PDIP punya mekanisme tersendiri seperti mekanisme survey elektabilitas hingga kinerja.

“Terpenting, bagaimana seorang kepala daerah dari PDIP mampu membumikan misi partai sesuai ajaran trisakti. Berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya, itu yang paling penting,” pungkasnya. (andri)

error: Hak Cipta Berita Milik Kuninganmass.com