Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Uncategorized

Pilkada 2018 Pertarungan Koalisi vs Koalisi

KUNINGAN (MASS) – Siapa yang pantas jadi Bupati dan Wakil Bupati Kuningan? Siapa yang bakal menang Pilkada Kuningan 2018? Dua pertanyaan itu banyak diperbincangkan masyarakat Kuningan sekarang sebagai akibat banyaknya spanduk balon bupati yang bertebaran di penjuru Kuningan.

Pertanyaan siapa yang layak mungkin tidak akan terjawab sebab terkait kemampuan calon bupati memimpin dan membangun Kuningan. Yang relevan sekarang adalah analisa mengenai siapa yang akan menang Pilkada Kuningan 2018.

Calon Bupati akan menang jika mesin partai berjalan. Tak mungkin lah calon sendiri yang menentukan kemenangan. Hal ini terbukti Calon independent di Kuningan tidak mendapat suara banyak. Begitu pula pendapat yang berkembang di sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa Petahana akan menang dengan sendirinya, pendapat itu sangat lemah.

Kemungkinan Petahana menang sangat besar tapi jika partai pengusungnya yaitu PDIP, mesinnya bekerja baik. Calon Bupati bisa diibaratkan sebagai produk barang, sedangkan partai sebagai produsen pembuat produk. Jika saja produsen tidak membuat produknya menarik dan tidak menggunakan marketing serta distribusi yang tidak lancar maka produk akan tidak laku.

Pilkada Kuningan 2018 bukanlah kompetisi calon bupati atau kompetisi partai dengan partai. Akan tapi akan menjadi kompetisi koalisi dengan koalisi. Hal ini dimulai oleh Partai Demokrat, PKS, Gerinda dan PAN yang menyatukan diri dalam Koalisi Umat. Jika partai lain tidak membentuk koalisi tidak mungkin lah akan menang Pilkada.

PDIP, Golkar, NasDem, PPP dan PKB belum jelas arah koalisinya belum terlihat mau berteman dengan siapa dalam pilkada. Memang membentuk koalisi sangat sulit terutama untuk partai besar seperti PDIP dan Golkar misalnya. Tidak lah mungkin jagoannya hanya dijadikan calon wakil bupati.

Setiap partai politik memilki ego dan harga diri partai yang dipegang masing-masing partai. Itu masuk akal sebab yang tidak punya partai pun melalui jalur independen mencalonkan bupati tidak mencalonkan untuk jadi wakil bupati. Dalam Pikada nanti 2018 selain Koalisi Umat, dari partai PDIP, NasDem, PPP, Gerindra dan PKB dipastikan akan ada 2 koalisi lahir.***

Advertisement. Scroll to continue reading.

Penulis: Yadhi (Pengamat dari LSM Pelangi Indonesia)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement