KUNINGAN (MASS) – SMK Karnas memilih mengambil langkah tegas untuk siswanya yang terlibat tawuran atau penyerangan ke kelompok siswa, yang terjadi pada Kamis (30/7/2026) sore kemarin.
Keputusan tegas pihak sekolah itu disampaikan perwakilan Bagian Kesiswaan SMK Karnas, Tata, kala dikonfirmasi kuninganmass.com, Jumat (31/7/2026) siang tadi.
Mulanya, Tata menjelaskan bahwa pihak kesiswaan sudah melakukan penggalian informasi kepada para siswa yang diduga terlibat tawuran.
“(Ternyata) Sebelumnya ada siswa kita, SMK Karnas, setiap pulang sekolah, diikuti, dikejar siswa SMK Muhammadiyah. (Jadi kemarin itu aksi balasan?) Semacam solidaritas, meskipun tindakan itu (tetap) dianggap salah,” kata Tata.
Kemudian, lanjutnya, SMK Karnas sebagai lembaga, memilih mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan anak-anak yang terlibat tawuran, dan itu sesuai aturan yang ada di sekolah.
Tata kemudian mengutip aturan sekolah yang memuat tentang pelanggaran yang dimaksud. Dimana dalam Pasal 12 aturan sekolah, siswa dilarang keras ikut tawuran, merusak fasilitas umum atau fasilitas orang lain, serta membawa senjata tajam.
Dan keputusan tegas sekolah itu, kata Tata, juga sudah disampaikan pihak sekolah ke orang tua/wali murid yang bersangkutan.
“Mau tidak mau (keputusan mengeluarkan siswa diambil), itu aturan yang sudah disepakati, (total yang disanksi) kurang lebih 20 orang, itu menurut info dari Wakasek,” ucapnya.
Ditanya apakah kemarin penyerangan itu merupakan aksi dari siswa SMK Karnas saja, Tata bilang informasi dari lapangan ternyata melibatkan siswa sekolah lainnya.
“Kalo menurut informasi di lapangan, mudah-mudahan tidak salah, takutnya dari SMK lain juga, cuma kan harus dicek lapangan dan dilidik kepolisian, kan kita bukan polisi,” akunya.
Pihaknya juga mengaku terus memperkuat pengawasan, termasuk briefing agar anak pulang sekolah tidak nongkrong terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi potensi kumpul dan tawuran lagi.
Larangan nongkrong sepulang sekolah itu juga, lanjut Tata, sudah diintruksikan Camat Kuningan pada hari kejadian kemarin, serta meminta ditaati oleh para pihak.
Sayangnya, lanjut Tata, di warung yang sama, sepulang sekolah tadi masih terlihat ada siswa sepulang sekolah yang nongkrong-nongkrong. Dan itu khawatirnya memancing kericuhan lanjutan. (eki)