Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Government

Penyuntikan Vaksinasi Serentak Dilakukan Tanggal 13 Januari 2021

KUNINGAN, Wabup HM Ridho Suganda, SH M.Si mengikuti rapat koordinasi melalui Video Conference dengan Mendagri dan Menteri Kesehatan terkait kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan penegakan protokol kesehatan, di Ruang Rapat Linggajati Setda Kuningan, Selasa (5/1/2021).

Rakor tersebut dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian didampingi Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, Kepala Satgas Covid-19 Nasional, Doni Monardo dan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono.

Rapat virtual itu juga dihadiri oleh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota se Indonesia. 

Sementara di Kabupaten Kuningan, Wabup Edo didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr Hj Susi Lusiyanti, MM, dan Kepala Pelaksana BPBD, Indra Bayu Permana, SSTP. 

Dalam arahannya Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa Indonesia menargetkan 180 Juta vaksinasi dan satu vaksin dikalikan dua menjadi 360 Juta serta pencadangan vaksin sebanyak 15 Persen. 

“Untuk itu Indonesia membutuhkan vaksin kurang lebih sebanyak 426 juta dosis,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Dikatakan Budi, rencananya akan dilakukan penyuntikan Vaksinasi secara serentak pada Tanggal 13 Januari 2021 yang ditandai langsung dengan divaksinnya Presiden RI Joko Widodo.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kemudian, sambungnya, diikuti para pejabat pemerintah pusat, dan dilanjutkan vaksinasi untuk para kepala daerah se Indonesia.

Selanjutnya, Budi menjelaskan, untuk gelombang pertama vaksinasi akan dilakukan dari bulan Januari-April 2021 dengan target 1,6 juta tenaga Kesehatan dan 17,4 juta Petugas Publik dengan usia dibawah 60 tahun.

Sedangkan pada kelompok usia diatas 60 tahun akan divaksinasi setelah mendapatkan informasi keamanan vaksin.

“Sisanya untuk gelombang kedua pada bulan April 2021- Maret 2022 akan dilakukan vaksinasi kepada kelompok masyarakat rentan atau di daerah dengan resiko penularan tinggi 63,9 Juta dan masyarakat lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin 77,1 Juta dosis,” pungkasnya.

Sementara, Wabup Kuningan, usai mengikuti rapat tersebut berharap, dalam pelaksanaan pemberian vaksin mendatang dapat berjalan dengan lancar.

Namun menurutnya, meski telah divaksinasi, masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan agar mata rantai Covid-19 benar-benar dapat diputus. 

“Semoga nanti masyarakat dan seluruh pejabat pemerintah daerah akan divaksinasi agar menurunkan angka Covid-19 di Kabupaten Kuningan,” ucap Wabup.

Selanjutnya Wabup meminta, masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Usai pelaksanaan rapat virtual tersebut, selanjutnya dilaksanakan pula rapat koordinasi terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara virtual antara Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Indonesia. 

Untuk Kabupaten Kuningan, rapat diikuti oleh perwakilan Dinkes Kab. Kuningan, BPBD, dan Kominfo Kabuapten Kuningan. 

Dalam paparannya, Wakil Menteri Kesehatan, Dante S. Harbuwono, menyampaikan materi terkait tahapan dan pendistribusian vaksin yang akan di terima oleh Indonesia dan tahap lanjut pendistribusian ke setiap Provinsi dan Kabupaten/Kota yang dilaksanakan sesuai jadwal masing-masing daerah.

Dia menjelaskan, Vaksin Covid-19 adalah suatu produk biologi yang diberikan kepada seorang yang sehat untuk mencegah tertular dari infeksi COVID-19.

Pemberian vaksin Covid-19 merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk mengendalikan penularan Covid-19 yang meliputi upaya preventif, edukasi publik, diagnosis dan pengobatan.

Pemerintah Indonesia, sambungnya, menarget sasaran berjumlah 181,5 juta orang yang terdiri dari kelompok sasaran berusia > 18 tahun dan berdasarkan SAGE Roadmap. Pemberian vaksinasi ini akan dilakukan secara bertahap. 

Selanjutnya, disampaikan Dante, Tahap I, Petugas kesehatan dan pendukung di fasilitas pelayanan kesehatan seluruh Indonesia termasuk petugas tracing. Tahap 2, Pelayan publik (TNI, PoIri, Satpol PP, aparat hukum, guru, Toma/toga pelaku ekonomi seperti pedagang pasar, petugas pariwisata, dan lain – lain) dan lansia.

Tahap 3, Masyarakat rentan secara geospasial, sosial dan ekonomi. Tahap 4, Masyarakat dan pelaku ekonomi lainnya. Dante menjelaskan, untuk kelompok sasaran berusia 60 tahun masih menunggu data pendukung keamanan yang memadai dan disetujui oleh BPOM.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Wakil Menteri Kesehatan juga menjelaskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan mulai dilaksanakan pertengahan Januari 2021.

“Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan mulai dilaksanakan pada pertengahan Januari 2021 secara Nasional dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi tenaga kesehatan dan publik dalam program vaksinasi gratis bertahap. Kegiatan ini mempunya program untuk menyiarkan secara langsung dan positif proses vaksinasi pertama di Indonesia dengan tiga kelompok,” tuturnya.

3 Kelompok tersebut dirincikan sebagai berikut: Kelompok 1, Pejabat Publik, yakni Presiden, Menkes, MenBUMN, Menkeu, Mendiknas, Panglima TNI, Kapolri, Ketua Satgas Covid-19, Kepala BPOM. Kelompok 2.

Lalu, Pengurus Asosiasi Profesi dan ‘Key Opinion Leader’ Kesehatan, yakni Ketua IDI Muhammad Daeng, Ketua PPNI Harif Fadhilah, Ketua PP IBI Emi Nurjasmi, Ahli Vaksin Milenial Dirgayuza Rambe.

Selanjtnya, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Agus Syamsuddin, Ketua Satgas NU Peduli COVID-19 Muhammad Makky Zamzami, Najwa Shihab, dr Tirta, Bunga Citra Lestari, dan Raffi Ahmad

Kelompok 3, Tokoh Agama, yakni Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud, Perwakilan Muhammadiyah, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ustadz Das’ad Latief, Perwakilan Organisasi Kristen, Katolik, Budha dan Hindu.

Selain pada tingkat Nasional, di tingkat provinsi juga menggelar Penyuntikan Perdana Vaksinasi Covid-19 Juga diikuti Secara Serentak di 34 Provinsi.

Dengan 3 kelompok penerima tingkat provinsi, dengan rincian; Kelompok 1, Pejabat Publik Daerah, yakni Gubernur, Kepala Dinas Kesehatan, Sekda Pangdam, Kapolda dan Direktur Utama RSUD Rujukan Covid-19.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kelompok 2, Pengurus Asosiasi Profesi Tenaga Kesehatan dan ‘Key Opinion Leader’ Kesehatan Daerah Kelompok 3, Tokoh Agama Daerah, yakni Perwakilan Nahdlatul Ulama, Perwakilan Muhammadiyah, Perwakilan Organisasi Kristen, Katolik. Budha, dan Hindu.

Wakil Menteri Kesehatan lebih lanjut menjelaskan, Kementerian Kesehatan yang didukung Kementerian/Lembaga terkait, sudah menyiapkan hal-hal terkait persiapan pelaksanaan vaksinasi, yakni 30.

346 SDM yang telah dilatih untuk melakukan Vaksinasi, 3 Juta dosis vaksin tahap pertama, 8.796 Fasilitas Kesehatan yang sudah mendaftar di Aplikasi P-Care BPJS per 3 Januari 2021, Cold Chain yang mulai dari Tingkat Provinsi sampai ke Tingkat Pelayanan. Media KIE, Kerjasama Tim Komunikasi KPC-PEN dan Kemenkes. (agus)

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Advertisement