Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass
Notice: Trying to get property 'post_excerpt' of non-object in /home/kuninganmass/public_html/wp-content/themes/zoxpress/zoxpress/parts/post/post-img.php on line 35

Village

Penyedia Barang Tes Urine: Tidak Semua Bayar Rp350 Ribu, yang Gratis juga Ada

KUNINGAN (MASS)- Polemik besaran dana untuk tes urine calon kepala desa menjadi sorotan semua pihak, karena dinilai angkanya terlalu besar.

Menyikapi hal ini pihak penyedia barang akhirnya angkat bicara. Pihak penyedia barang itu adalah Solehudin. Dengan ditempani Encum memberikan keterangan kepada kuninganmass.com.

Menurutnya besaran Rp350 ribu merupakan hasil perhitungan matang karena berdasarkan pembelian alat, honor untuk petugas BNNK dan biaya trasnportasi ke lokasi tes urine yang berada di beberapa titik.

Bahkan lanjut dia, para peserta pun diberikan snack atau makanan ringan. Angka Rp350 itu bukan hasil kesepakatan dengan pihak BNNK dan juga DPMD, tapi murni dari pihak penyedia.

“Kami penyedia barang dalam hal ini murni berjualan. Ketika mematok harga segitu, apakah konsumen menerima atau tidak itu hak mereka dan tidak ada paksaan,” ujar Solehudin, Minggu (6/10/2019).

Ia mengaku pastinya banyak pihak yang menyangka bahwa yang mengikuti tes urine jumlahnya membuldak. Hal ini berdasarkan akumulasi jumlah 203 desa dikali 2 calon yang mencapai 406 orang.

Padahal kenyataannya  tidak benar, karena hanya 230 peserta. Itu juga 20 orang lainnya memilih mundur, sehingga tinggal 210.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Kalau mau buka-bukaan tidak semua calon membayar segitu. Ada calon yang membeli tespek ditempat lain dan ia hanya membayar alakadarnya untuk petugas mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu,” jelasnya.

Bahkan yang tidak membayar sepeser pun ada. Dengan alasan titipan seseorang, sehingga dengan hal itu pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

Pihak dalam kesempatan ini hanya membantu BNNK dan juga memfasilitasi calon agar mudah dalam mengikuti tes. Sesuai Perbup tes dilakukan mulai tanggal 1-10 Oktober.

“Sekali lagi kami tidak memaksa. Ada yang bawa tespek sendiri tidak menjadi masalah kami layani, yang terpinting tes dilakukan sesuai dengan Perbup dan kalau lebih dari tanggal 10 maka kami tidak bertanggungjawab,” tandasnya yang menyebutkan mengenai lolos atau tidaknya calon kuncinya ada di Tim 11.

la berharap dengan adanya klarifikasi ini semua pihak menjadi paham sehlingga tidak menuduh yang lain-lain dan perlu diingat sekali dalam kasus ini tidak ada unsur pemaksaan karena tidak sedikit calon yang memilih ke rumah sakit dan ke Lahkesda.

“Saya cukup aneh saja kenapa yang jelas menjual barang dipermasalahan sedang yang lain seperti pembuatan SKCK, surat keterangan dari Kejaksaan dan lainnya tidak dipermasalahan, ada apa?” ujarnya.

Pihaknya sejak awal ingin membantu pihak BNNK dengan memfasilitas para para calon dan ini tidak salah. Terkait harga berapapun selama kedua belah pihak setuju dan tidak keberatan. (agus)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Bank Kuningan

You May Also Like

Government

KUNINGAN (MASS)- Kejadian Kapolsek Astana anyar Kota Bandung yang ditangkap karena narkoba bersama 11 anggota Polri merupakan tamparan keras bagi pihak kepolisian di seluruh...

Government

KUNINGAN (MASS) – Jumlah pejabat eselon III yang mengikuti tes urine terus bertambah. Pada hari Kamis ada tujuh orang yang datang ke BNNK Kuningan....

Government

KUNINGAN (MASS)- Sebanyak 203 Kades terpilih hasi Pilkades 3 November 2019, Sabtu pagi bakal dilantik. Proses pelantikan akan dilakukan di GOR Ewangga Kuningan. Agar...

Government

KUNINGAN (MASS) – Satlantas Polres Kuningan Kamis pagi sekitar jam 07.00 WIB melakukan rump chek dan tes urine bagi pengemudi bus AKAP dan AKDP....

Advertisement