Momentum Upacara Awal Tahun Ajaran, Pondok Pesantren Husnul Khotimah Terima Hadiah Buku Antologi Karya Santri

KUNINGAN (MASS) – Upacara bendera mengawali tahun pembelajaran 2026/2027 di Pondok Pesantren Husnul Khotimah 1 Kuningan pada Senin (13/7/2026) berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan. Pada momentum awal tahun pelajaran ini, lembaga pendidikan tersebut menerima hadiah luar biasa berupa penyerahan buku antologi hasil karya orisinal santri kelas 7 MTs Husnul Khotimah.

Karya literasi tersebut dibagi menjadi dua kategori. Santri putra meluncurkan buku antologi berjudul “Pelangi Negeri Santri, Kokoh Satu Hati”, sedangkan santri putri mempersembahkan karya bertajuk “Beda Warna, Sama Rasa”. Kedua buku ini merupakan buah pemikiran dan refleksi mendalam para santri selama menempuh tahun pertama mereka di pesantren.

Pembimbing penulisan buku, KH. Imam Nursuharno, M.Pd.I., menyampaikan bahwa buku antologi ini menjadi rekam jejak konkret para santri dalam memahami arti persatuan di tengah keberagaman latar belakang daerah asal mereka.

“Buku ini adalah jejak nyata santri dalam merajut persatuan. Berasal dari berbagai daerah, bahasa, dan kebiasaan, mereka belajar bahwa perbedaan bukan pemecah, melainkan warna yang membuat hidup lebih indah dan bermakna,” ujarnya dalam sambutan.

Imam menambahkan bahwa lewat tulisan yang jujur dan sederhana, para santri mampu menghidupkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam keseharian mereka di lingkungan asrama.

“Di halaman-halaman buku ini, nilai Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya dihafal, tapi hidup. Lewat tulisan sederhana dan jujur, para santri bercerita tentang saling menghargai, saling membantu, serta menjaga adab meskipun berbeda pendapat. Inilah pendidikan karakter yang sesungguhnya. Semoga karya ini, selain membumikan syiar santri gemar membaca dan menulis, juga menginspirasi seluruh Sivitas akademika Pesantren Husnul Khotimah,” tuturnya.

Apresiasi mendalam turut datang dari Pimpinan Pondok Pesantren Husnul Khotimah 1, Kyai Mulyadin, Lc., M.H. Pihaknya mengaku sangat bangga atas pencapaian luar biasa yang diukir oleh para santri yang kini tengah bersiap naik ke kelas 8 tersebut.

“Masya Allah, tahun pelajaran ini kami mendapat hadiah yang luar biasa dari santri kelas 7 yang sekarang naik ke kelas 8. Karya putra bertajuk ‘Pelangi Negeri Santri, Kokoh Satu Hati’ dan karya putri berjudul ‘Beda Warna, Sama Rasa’ ini diharapkan tidak hanya membakar semangat para penulisnya, tetapi mampu menginspirasi santri-santri lain untuk terus meningkatkan minat baca dan budaya menulis,” ungkap Mulyadin.

Pencapaian ini juga dinilai sebagai bukti nyata bahwa dunia literasi dan kepenulisan bersifat inklusif serta dapat dipelajari oleh siapa saja sejak dini. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Perpustakaan Pondok Pesantren Husnul Khotimah 1, Ust. Afif Bahtiar, S.Pd.

“Kehadiran karya santri kelas 7 yang diserahkan kepada Mudir tadi mencerminkan bahwa literasi itu milik semua orang. Asalkan kita memiliki niat yang kuat dan kemauan tinggi untuk belajar, memahami, serta mengaplikasikannya, insya Allah setiap santri pasti bisa mengekspresikan gagasan mereka dalam bentuk karya tulis,” jelas Afif.

Ia juga memotivasi para kakak kelas agar tidak kalah produktif dalam menelurkan karya-karya baru di masa mendatang, seraya menjanjikan dukungan penuh dari fasilitas perpustakaan.

“Santri kelas 7 yang baru menginjakkan kaki di pondok saja sudah bisa membuktikannya, apalagi kakak-kakak kelasnya dari kelas 8, 9, hingga kelas 12. Insya Allah kita semua bisa, dengan catatan ada kemauan dan terbuka untuk dibimbing. Pihak perpustakaan berkomitmen akan terus mengadakan pelatihan menulis dan pendampingan intensif bagi seluruh santri demi mendongkrak kualitas literasi di pesantren ini,” pungkasnya. (deden/AB)