KUNINGAN (MASS) – Sebagian besar calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan yang sebelumnya terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, akhirnya memutuskan kembali ke Kuningan.
Namun, sekitar 30 jemaah lainnya memilih tetap bertahan di Jakarta dengan harapan dapat diberangkatkan dalam waktu dekat. Hal itu diamini Ilyas, keluarga salah seorang calon jemaah umrah. Ia membenarkan bahwa tidak seluruh jemaah pulang ke Kuningan.
“Iya, tapi tidak semua. Sekarang masih ada 30 jemaah di Jakarta,” ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Menurut Ilyas, pada Sabtu malam telah digelar musyawarah antara perwakilan jemaah dan pihak agen travel. Dalam pertemuan tersebut, pihak travel berjanji akan memberangkatkan seluruh jemaah paling lambat pada 5 Agustus 2026.
Apabila hingga batas waktu tersebut keberangkatan tidak dapat direalisasikan, pihak travel disebut berkomitmen mengembalikan biaya perjalanan umrah kepada para jemaah dalam waktu 2×24 jam.
“Sistem pemberangkatan ada dua kemungkinan, satu gelombang atau dua gelombang. Kalau dua gelombang, pihak travel berjanji akan memberangkatkan gelombang pertama pada 2 atau 3 Agustus,” kata Ilyas.
Usai musyawarah, sekitar 60 jemaah memilih pulang ke Kuningan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Sementara sekitar 30 jemaah lainnya memutuskan menyewa hotel dengan biaya pribadi di Jakarta karena berharap masuk dalam gelombang pertama keberangkatan.
“Orang tua saya jadi salah satu dari 30 jemaah yang masih di Jakarta. Beliau gamau pulang,” ungkapnya.
Ilyas juga mengaku hingga Minggu pagi belum ada kepastian terkait jadwal keberangkatan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pemilik travel masih berupaya mencari maskapai yang dapat memberangkatkan para jemaah.
“Semalam informasinya pemilik travel sedang mencari maskapai untuk pemberangkatan, tapi sampai sekarang belum ada informasi terbaru. Semoga semuanya mendapat jalan terbaik,” ujarnya.
“Ini belum ada kepastian, hanya baru diusulkan oleh pihak travel. Jadi kita juga belum tahu nanti realisasinya bagaimana,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan calon jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan terlantar di Bandara Soekarno-Hatta sejak Jumat (31/7/2026). Mereka gagal berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal.
Berdasarkan keterangan keluarga jemaah, keterlambatan diduga dipicu persoalan administrasi visa yang berdampak pada jadwal penerbangan.
Sayangnya, kala coba dikonfirmasi ke kantor travel tersebut, belum terpantau membuka kembali pelayanan. (didin)