Tak Ada Kursi Goib, SMPN 1 Cilimus Terima 360 Siswa Baru

KUNINGAN (MASS) – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Cilimus, Kabupaten Kuningan, berlangsung lancar tanpa diwarnai perebutan kursi atau penambahan siswa di luar kuota. Pada tahun ajaran baru ini, sekolah menerima sebanyak 360 peserta didik baru sesuai daya tampung yang telah ditetapkan.

Kepala SMPN 1 Cilimus, Ida Nurhaeda MPd, memastikan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) berjalan sesuai prosedur. Dari total pendaftar, sekolah menerima 360 siswa dan menolak sekitar 60 calon siswa karena kuota telah terpenuhi.

“Enggak ada (perebutan kursi). Sesuai prosedur menerima 360 siswa, sekitar 60 siswa tidak diterima karena kuota sudah penuh. Aman, tidak ada yang memaksa,” ujarnya, Senin (13/7/2025).

Ia juga menegaskan seluruh siswa yang diterima telah melakukan daftar ulang sehingga kuota terpenuhi secara utuh tanpa ada siswa yang mengundurkan diri maupun pindah ke sekolah lain.

“Kuotanya pas 360 siswa, tidak ada yang mundur atau pindah sekolah,” katanya.

Sementara itu, calon siswa yang tidak diterima di SMPN 1 Cilimus diperkirakan melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah lain di sekitar wilayah Cilimus.

Memasuki hari pertama MPLS, para peserta didik baru langsung diperkenalkan dengan budaya sekolah melalui berbagai kegiatan yang dirancang untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan.

Kegiatan diawali dengan penyambutan oleh guru dan pengurus OSIS di gerbang sekolah, dilanjutkan senam pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta afirmasi positif.

Setelah pembukaan resmi MPLS, siswa mengikuti kegiatan “Kelas Baruku” untuk saling mengenal dengan teman sekelas dan wali kelas melalui permainan yang membangun kekompakan.

Selanjutnya, siswa diajak menjelajahi lingkungan sekolah guna mengenal berbagai fasilitas, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), masjid, aula, GOR, kantin, hingga area kegiatan ekstrakurikuler.

Hari pertama ditutup dengan kegiatan “Pohon Harapan Siswa”, di mana peserta didik menuliskan cita-cita dan harapan selama menempuh pendidikan di SMPN 1 Cilimus, serta refleksi bersama.

Menurut Ida, seluruh rangkaian MPLS mengacu pada jargon sekolah “Necis BISA”, yakni Berprestasi, Indah, Sehat, dan Agamis. Melalui semangat tersebut, sekolah mendorong siswa mengembangkan minat dan bakat, meningkatkan kompetensi akademik maupun nonakademik, serta membangun karakter yang kuat.

Budaya positif yang diterapkan di sekolah di antaranya program zero sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan, penerapan kontrak perilaku positif, pembiasaan murojaah pada setiap pergantian jam pelajaran, serta membaca Asmaul Husna sebelum pembelajaran dimulai sebagai upaya menanamkan karakter religius.

Selain itu, selama lima hari MPLS siswa juga akan mendapatkan materi mengenai Kurikulum Merdeka, budaya belajar, profil lulusan, sekolah ramah anak, kerja sama tim, karakter, literasi digital, pencegahan perundungan (bullying), bahaya narkoba, hingga pemanfaatan media sosial secara bijak.

“Harapannya, 360 siswa baru dapat tumbuh dan berkembang menjadi siswa yang berprestasi, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya. (didin)