KUNINGAN (MASS) – Suasana malam ke-22 Ramadhan di Masjid Husnul Khotimah kembali dipenuhi kekhusyukan. Dalam keheningan malam yang menenangkan, jamaah berdiri dalam shaf-shaf panjang untuk menunaikan shalat qiyamul lail, menikmati lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema di dalam masjid.
Pada malam kedua pelaksanaan qiyamul lail ini, imam membacakan empat juz Al-Qur’an, dimulai dari Juz 5 hingga Juz 8. Bacaan yang panjang tidak menyurutkan semangat para jamaah. Justru di situlah terasa nikmatnya ibadah malam—berdiri lama, mendengarkan ayat demi ayat, seakan hati diajak bermesraan dengan Al-Qur’an.
Qiyamul lail malam itu dipimpin oleh KH. Mu’tamad, M.Pd., Al Hafidz, yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suara merdu dan penuh penghayatan. Lantunan tilawahnya yang lembut namun dalam terasa menembus relung hati para jamaah, menghadirkan suasana haru dan ketenangan yang mendalam.
Meski berdiri dalam waktu yang cukup panjang, para jamaah tetap bertahan dalam shaf dengan penuh kekhusyukan. Bahkan di antara mereka terlihat para jamaah lanjut usia yang tetap kokoh berdiri mengikuti setiap rakaat.
Kepala Divisi Humas dan Dakwah, KH. Imam Nur Suharno, M.Pd. menyampaikan refleksi yang menggugah tentang makna kekuatan dalam qiyamul lail.
“Kekuatan berdiri lama tanpa bergeming itu ternyata bukan karena usia atau kekuatan fisik, tetapi karena kuatnya niat. Terbukti ada jamaah yang usianya di atas 60 tahun tetap kokoh berdiri di shaf hingga akhir, memberi pelajaran bahwa kekuatan qiyamul lail lahir dari keteguhan hati,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Imam juga mengajak kaum muslimin untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan menghadiri i’tikaf di Masjid Husnul Khotimah.
“Mari kita mencicipi hidangan ruhiyah di bulan Ramadhan ini. Datanglah untuk beri’tikaf di Masjid Husnul Khotimah, menghidupkan malam-malam terakhir dengan qiyamul lail, tilawah, dan doa kepada Allah,” ajaknya.
Pelaksanaan qiyamul lail di Masjid Husnul Khotimah dijadwalkan berlangsung selama sembilan malam, mulai 21 hingga 29 Ramadhan. Pada malam pertama sampai ketiga dibacakan empat juz, sedangkan pada malam-malam lainnya tiga juz setiap malam.
“Dengan pola ini, insyaAllah selama sembilan malam tersebut khatam 30 juz Al-Qur’an dalam rangkaian shalat qiyamul lail,” pungkas Ustad Imam. (didin)

















