KUNINGAN (MASS) – Sepanjang April 2026, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kabupaten Kuningan menunjukkan tren peningkatan. Kuningan Mass mencatat setidaknya ada lima laporana kasus curanmor terjadi di wilayah Kuningan.
Dari lima kejadian tersebut, masih ada kasus lain yang belum terlapor, seperti kejadian yang terjadi di wilayah Desa Pajambon.
Seperti yang diketahui, dari lima kejadian itu tiga di antaranya terekam kamera pengawas (CCTV), yang memperlihatkan semakin nekatnya para pelaku dalam menjalankan aksinya.
Salah satu kasus terjadi pada Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di Perum Griya Kuningan Permai, Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung. Sepeda motor jenis Yamaha Nmax milik Rohman hilang saat terparkir di garasi rumahnya.
Sebelumnya, pada Senin (20/4/2026) sore, aksi curanmor juga terjadi di Sekretariat AKAR di wilayah Cijoho. Motor milik Muhamad Galang, warga Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, berupa Honda CRF 150 berwarna merah dengan nomor polisi D 6386 ZDR, dibawa kabur oleh pelaku.
Kasus berikutnya menimpa Wahyudin (25), seorang perantau asal Kabupaten Tegal, pada Sabtu (25/4/2026). Ia kehilangan sepeda motor Honda Beat Deluxe warna silver tahun 2024 bernomor polisi G 6095 BSF. Motor tersebut hilang saat diparkir di gerasi kos Andini, Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung.
Pada Rabu (29/4/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Rina Andriani, seorang guru TK Adhyaksa Kecamatan Cilimus, juga menjadi korban. Motor Scoopy warna hitam dengan nomor polisi E 5045 YAS miliknya hilang di sekitar lokasi tempatnya mengajar, tepatnya di Jalan Bojong – Linggarjati, samping Hotel Santika.
Selain itu, kasus serupa juga marak terjadi di Perumahan Ciporang, Kecamatan Kuningan. Dalam waktu kurang dari dua bulan, sedikitnya empat kasus curanmor terjadi di kawasan tersebut.
Tak hanya kendaraan, aksi kriminal di wilayah ini juga menyasar barang berharga di dalam rumah. Salah satunya dialami Ade Kurniawan, warga Perum Ciporang RT 40 RW 06, yang kehilangan tiga unit ponsel saat waktu subuh.
Ade menyampaikan, tidak lama sebelum kejadian, tetangganya di wilayah yang sama juga mengalami kehilangan sepeda motor.
“Kejadian yang menimpa saya itu Hari Senin 20 April, seminggu lalu. Ini dipandang penting untuk disampaikan ke media, agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Karena belum lama, tetangga saya juga, masih Jl Melati, kemalingan motor,” ujar Ade, Senin (27/4/2026).
Maraknya kasus curanmor ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pihak terkait lainnya untuk memastikan keamanan lingkungan. (didin)