KUNINGAN (MASS) – Kebun Raya Kuningan, yang terletak di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, telah beroperasi sejak tahun 2015. Dengan luas mencapai 156 hektar, proyek ini diharapkan menjadi destinasi wisata yang menarik. Namun, setelah lebih dari sepuluh tahun beroperasi, kawasan ini masih terlihat sepi pengunjung.
Salah satu petugas pendistribusian tiket di Kebun Raya Kuningan, Siti Halimah saat diwawancara kuninganmass.com pada Minggu (22/2/2026) ia menyebutkan kebun raya Kuningan ini buka setiap hari dari jam 8 pagi hingga 5 sore.
“Kebun raya ini dibuka setiap hari, dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Kami memiliki petugas yang jaga siang malam,” tuturnya.
Sebelum memulai operasional, Kebun Raya Kuningan di-launching oleh Bupati saat itu almh Hj Utje pada tahun 2015. Sejak saat itu, tempat ini diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat Kuningan dan sekitarnya. Namun, realitasnya menunjukkan kunjungan masih minim, terutama di bulan puasa seperti sekarang.
“Launchingnya itu 2015, waktu itu bupatinya Ibu Utje, iya kalo bulan puasa mah ada, cuma nggak rame,” tambahnya.
Tarif masuk ke Kebun Raya Kuningan relatif terjangkau, yakni Rp10.000 untuk dewasa, Rp5.000 untuk anak-anak, dan Rp10.000 untuk kendaraan mobil serta RP. 5.000 untuk kendaraan motor.
“Tarifnya itu dewasa 10.000, motor 5.000, anak 5.000, mobil 10.000, kalau bus sama truck itu 15.000,” paparnya.
Pengelolaan Kebun Raya Kuningan masih perlu ditingkatkan, karena saat ini baru sekitar 30-50% lahan yang telah dikelola dari keseluruhan luas 156 hektar.
“Untuk luas ya 156 hektaran kurang lebihnya segitu. Tapi yang terkelola baru baru 30-50% an,” pungkasnya. (raqib)
















