Connect with us

Hi, what are you looking for?

Kuningan Mass

Education

Launching Buku Best Practice di Peringatan Bulan Bahasa

KUNINGAN (MASS) – PGRI Kuningan menggelar Peringatan Bulan Bahasa dengan meluncukan buku Best Practice. Kegiatan ini digelar Sabtu (24/10/2020) di SMP Negeri 3 Cilimus.

Buku “best practice” ditulis oleh para guru di Kabupaten Kuningan.  Buku tersebut merupakan refleksi cara pembelajaran di masa pandemi covid 19 yang saat ini masih mewabah.

Buku tersebut dikeluarkan sebagai upaya alternatif pembelajaran yang dilakukan oleh para guru sebagai praktisi di lapangan.

Bupati Kuningan H Acep Purnama ikut hadir dalam peringatan Bulan Bahasa.  Kegiatan bulan bahasa bertujuan untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia.

Selain itu bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra.

Ketua Panpel Kepala SMP Negeri 3 Cilimus Hj Ida Nurhaeda, SPd, MMPd menyampaikan ungkapan terima kasih atas ditunjuknya SMP Negeri 3 Cilimus sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan dan launching buku yang ditulis oleh para guru.

“Kami bahagia atas kedatangan Bapak Bupati juga Bunda Literasi, juga Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan berikut jajarannya” ujar Ida.

Beberapa bulan yang lalu pihaknya  dari gugus tugas MKKS Cilimus melaksanakan kegiatan dalam rangkaian bulan bahasa, antara lain pembekalan para Guru dalam penyusunan KTSP juga peningkatan TIK dan kegiatan dalam rangka peningkatan mutu guru.

Sehingga terbitlah buku tulisan para guru yang berjudul “best practice”, dimana buku sederhana ini diciptakan sebagai bahan para guru dalam proses pembelajaran bagi para siswa dimasa pandemi.

Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Kuningan H Pipin M Arifin, MPd menyampaikan ajakan kepada para guru untuk terus bersemangat memberikan pengajaran dan pendidikan dimasa pandemi covid 19 ini.

“Tidak ada yang mau dengan situasi ini, tetapi kita harus dihadapkan pada situasi yang mengharuskan kita tetap melaksanakan tugas kita sebagai suru sehingga tugas kita untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa akan terwujud,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Bunda Literasi, Hj Ikha Acep Purnama yang terus mengajak para Guru bersemangat dan mengajak terus membudayakan literasi dalam berbagai kesempatan.

Sebagaimana diketahui, Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa karena pada 28 oktober 1928 para pendahulu bangsa menetapkan sumpah pemuda dengan bahasa, sebagai butir ketiganya.

Meski semangat bulan bahasa ini hanya setahun sekali, namun itu mengandung makna negeri ini punya kepedulian terhadap budaya bangsa Khususnya bahasa.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Salah satu dasar pentingnya memperingati acara bulan bahasa yakni agar masyarakat mengetahui dan mengerti tentang budaya bangsa indonesia.

Bagi para pelajar khususnya untuk selalu melestarikan budaya bangsa terutama dalam penerapan berbahasa agar budaya Indonesia akan selalu ada dan menjadi lebih baik. (agus)

Advertisement
Advertisement
Advertisement

You May Also Like

Advertisement